Peserta pelatihan Pengembangan Kapasitas Advokasi dan Komunikasi Community TB HIV Care Aisyiyah Jepara, Rabu-Kamis (27-28/9/2017). (foto : istimewa)
close

JEPARA, MENARA62.COM – Sebanyak 20 organisasi masyarakat dari berbagai sektor sepakat membentuk Aliansi Peduli TB-HIV Jepara, Jawa Tengah. Pembentukan aliansi tersebut pada pelatihan Pengembangan Kapasitas Advokasi dan Komunikasi Community TB HIV Care Aisyiyah Jepara, Rabu-Kamis (27-28/9/2017).

Menurut Koordinator Program Community TB-HIV Care Aisyiyah Jepara, Muhammad Arief Sitegar, pelatihan tersebut dimaksudkan untuk mengedukasi masyarakat tentang penyakit tuberkulosis (TBC). Selain itu pelatihan tersebut juga berguna untuk menguatkan barisan bersama dengan organisasi masyarakat yang ada di Jepara. “Tidak hanya dari pihak ‘Aisiyiyah saja sebagai penyelenggaran namun juga melibatkan berbagai ormas,” kata Arief Siregar di Jepara, Kamis (28/9/2017).

Arief menambahkan, Ormas yang hadir pada pelatihan tersebut, Pimpinan Daerah Aisyiyah Jepara, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jepara, PC Muslimat NU, PC NU Jepara, IDI Jepara, IBI Jepara, PPNI Jepara, Ikatan Apoteker Indonesia Jepara, PD Pemuda Muhammadiyah Jepara, PD IPM Jepara, PC IPNU Jepara, MDMC Jepara. Selain itu, LazisMU Jepara, KDS Jepara Plus, Tim Penggerak PKK Jepara, PATELKI Kabupaten Jepara, PD NA Jepara, KNPI Jepara, SSR PW Fatayat NU Jawa Tengah, dan GOW Kabupaten Jepara. “Keterlibatan beberapa organisasi masyarakat tersebut juga sebagai bentuk penggalangan persatuan untuk bersama menanggulangi penyakit TB,” kata Arief Siregar.Materi pelatihan, lanjut Arief, meliputi advokasi dan komunikasi. Terutama
advokasi dan komunikasi dengan pemerintah daerah. Upaya ini untuk mendukung pemerintah daerah bisa maksimal dalam melakukan pemberantasan penyakit TB. “Selama ini pengobatan TB memang sudah difasilitasi oleh pemerintah. Namun upaya penanggulangan berbasis masyakat belum maksimal,” ujarnya.

Hal tersebut dikarenakan anggaran untuk aktivitas kader kesehatan dan kegiatan edukasi masyarakat masih terbatas. Selain itu bisa mendorong pemerintah daerah untuk mengeluarkan produk hukum yang bisa mempercepat pemberantasan TB. “Setelah kegiatan ini pun kami sudah menyiapkan beberapa agenda tindak lanjut,” katanya.

Sementara Fasilitator Pelatihan, Sudarwanto mengatakan selama ini masyarakat belum begitu peduli dengan penyakit TB. Sehingga pelatihan ini diharapkan bisa mendorong masyarakat untuk terampil melakukan advokasi dan komunikasi kepada pemerintah daerah.

Tindak lanjut pelatihan, kata Sudarwanto, salah satunya mendorongnya terbitnya Peraturan Bupati (Perbup) tentang penaggulangan TB. “Harapannya rencana tindak
lanjut tersebut dapat terwujud. Karena akan berdampak besar pada penanggulangan TB di Jepara,” ucapnya. (Arief)