Legislator: Indonesia Negara Paradoks

 

Bandung, Menara62.com – Sebagai negara agraris, rakyat Indonesia seharusnya lebih sejahtera dari saat ini. Kini masyarakat kita banyak yang kesulitan ekonomi. Bahakn yang paling ironis, kita seperti mati di lumbung padi. Soalnya, kita tidak dapat mengkonsumsi hasil pertanian sendiri sebab hampir semua jenis komoditas harus impor.

Kondisi seperti ini menurut Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Sunatra seharusnya tidak terjadi. “Bagaimana bisa rakyat yang hidup di negara yang sangat kaya ini tetapi kesejahteraan sangat minim sekali,” ungkapnya dalam kesempatan reses di Kota Bandung, Senin (20/12/2016).

Menurut Sunatra harus diakui bahwa bangsa ini seringkali mengalami kekurangan pangan. Tidak ada upaya yang serius dari pihak pemerintah untuk mempertahankan produk pangan dalam negeri. Jika dulu katanya, bangsa ini sangat dikenal dengan swasembada pangan, tetapi kini kita kekurangan.

Maka menurut Sunatra, tidak jika kini pemerintah selalu mengambil jalan pintas yaitu impor. “Yang diimpor itu hasil pertanian, yang sebanarnya bisa ditanam di tanah kita sendiri,” katanya. Karenanya menurut Sunatra kondisi ini tentu saja sangat ironis.

Di pasaran menurut Sunatra, kita sudah dikepung dengan beras Vietnam. Bahkan singkong yang dari dulu tinggal ngambil di ladang kita, sekarang harus impor. “Belum lagi berbagai buah-buahan seperti jeruh, pepaya, pisang, dan yang sejenisnya, di supermarket semuanya berasal dari luar negeri,” paparnya.

Maka menurut Sunatra, negara Indonesia kini merupakan negara yang paradoks. Sangat ironis dan memalukan. “Kalau negara ini benar-benar diurus dengan baik, maka tidak mungkin di Kota Bandung saja sampai ada 375 titik kumuh dan miskin, apalagi di daerah-daerah lain yang jauh dari Ibi Kota Provinsi dan Ibu Kota Negara, kondisinya pasti lebih parah lagi,” pungkasnya.