Menag Apresiasi Peluncuran Terjemahan Al-Quran dalam Bahasa Daerah

Jakarta, Menara62.com – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membuka peluncuran sejumlah produk Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama di Aula HM Rasyidi Gedung Kemenag Jl MH Thamrin No 6 Jakarta, Senin (19/12). Lukman mengapresiasi terjemahan Al-Quran dalam bahasa daerah.

Dalam peluncuran produk kelekturan berupa buku Ensiklopedi Pemuka Agama Nusantara dan terjemahan Al-Quran berbahasa daerah (Bahasa Batak Angkola, Bahasa Toraja dan Bahasa Mongondow), Lukman menyambut gembira dan menyatakan bangga atas diluncurkannya sejumlah produk tersebut.

“Atas nama pemerintah, saya ingin menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan Badan Litbang dan Diklat yang telah menghasilkan produk-produk monumental yang sangat bermanfaat bagi bangsa, terutama dalam pelayanan keagamaan umat,” ujar Lukman.

Menurutnya, terdapat sejumlah alasan mendasar mengapa produk keagamaan berupa Ensiklopedi Pemuka Agama Nusantara dan Terjemahan Al-Qur’an Bahasa Daerah merupakan produk yang sangat bermanfaat bagi umat beragama khususnya, dan bagi bangsa Indonesia umumnya, apalagi dalam rangka penguatan budaya Nusantara dan penguatan karakter bangsa.

“Pertama, buku Ensiklopedi Pemuka Agama Nusantara yang memuat entri pemuka semua agama yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Ini bermanfaat sebagai penyediaan data dan informasi mengenai sejarah hidup pemuka agama dalam berbagai aspeknya,” ujarnya.

Paling tidak, kata Lukman, Ensiklopedi Pemuka Agama Nusantara ini secara akademis diharapkan dapat menjadi buku rujukan biografis pemuka agama sebagai aktor penting dan kontributif dalam pembinaan umat beragama.

Terjemahan Al-Qur’an dalam bahasa daerah juga tak kalah penting bagi umat Islam khususnya, dan bangsa Indonesia umumnya.

“Kita sadari bersama bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa sangat majemuk. Tak kurang dari 700 suku bangsa hidup di Indonesia dengan sekitar 300-an bahasa yang masih hidup dan dituturkan oleh masyarakat,” katanya.

Selain para pejabat Eselon I dan II di Lingkungan Kementerian Agama, hadir dalam acara peluncuran tersebut, perwakilan Komisi VIII DPR RI, Gubernur Sumatera Utara, Gubernur Sulawesi Selatan, Gubernur Sulawesi Utara, dan Walikota Kotamubagu.

Lukman dalam sambutannya menyapa pemimpin MUI, DGI, MAWI, Parisadha Hindu Darma, Wali Agama Buddha Indonesia), Ketua ormas Islam seperti PBNU, Muhammadiyah, Persatuan Islam, Al-Washliyah, dan Al-Irsyad. Ia juga menyapa Rektor UIN Sumatera Utara, Rektor IAIN Palopo, dan Rektor IAIN Manado.

Sementara itu, sejumlah stan dengan pelbagai produk dari seluruh unit di bawah Badan Litbang dan Diklat turut serta memeriahkan acara tersebut. Produk itu misalnya berbentuk buku, jurnal, majalah, dan laporan penelitian. (nu.or.id)

Author: Roni Tabroni
Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *