JAKARTA, MENARA62.COM— Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Waingapu Arief Tyastama, pada Sabtu (7/1/2017) mengingatkan adanya gempa tektonik yang melanda sebagian besar wilayah NTB dan NTT.

Analisis BMKG menunjukkan, gempabumi terjadi pukul 16:11:59 WIB dengan kekuatan M=5,7 (selanjutnya diupdate menjadi berkekuatan M=5,5). Episenter terletak pada 9,54 LS dan 120,12 BT, tepatnya di darat pada jarak 47 km arah Tenggara Kabupaten Sumba Tengah pada kedalaman 82 km.

Berdasarkan peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG menunjukan, gempabumi (skala intensitas II SIG BMKG yang setara dengan III-IV MMI) di daerah yang berdekatan dengan pusat gempabumi, yaitu Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya. Selain itu gempabumi ini juga dirasakan luas di wilayah lain dengan intensitas lebih kecil antara II SIG BMKG atau II-III MMI di Bima dan I SIG BMKG atau II MMI di Sumbawa.

Gempabumi ini merupakan gempabumi berkedalaman menengah yang terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng. Dalam hal ini Lempeng Indo-Australia menyusup ke bawah Lempeng Eurasia dengan laju 67 mm/tahun, dan memicu deformasi batuan pada slab lempeng Indo-Australia di Zona Benioff pada kedalaman 82 km di bawah Pulau Sumba. Berdasarkan hasil pemodelan tsunami dan analisis yang dilakukan oleh BMKG menunjukkan, gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

BMKG akan terus melakukan monitoring perkembangan aktivitas gempabumi susulan dan hasilnya akan disampaikan kepada masyarakat. Untuk itu, kepada masyarakat pesisir di NTB dan NTT di dihimbau agar tetap tenang.