JAKARTA, MENARA62.COM— Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah meluncurkan Jurnal Pesisir, Kamis (19/1/2017). Terbitnya jurnal ini merupakan sebuah reinkarnasi gagasan lama yang dibangkitkan melalui nalar kemanusiaan dan pemberdayaan.

“Edisi perdana Jurnal Pesisir berusaha untuk melihat potensi sumberdaya hayati dan ketersediaan pangan di wilayah maritim sebagai usaha melihat kedepannya bahwa narasi dan upaya progressif untuk memantapkan nasionalisme maritim bagi bangsa Indonesia sangat penting sekali,” ujar Rusdianto Samawa dari MPM PP Muhammadiyah.

Menurut Rusdianto, perkembangan ilmu pengetahuan tidak lepas dari karya ilmiah yang dihasilkan oleh ilmuan yang diabadikan melalui sebuah karya besar berupa kitab yang sampai ketangan kita. Bahkan mengenal kita bisa mengenal para tokoh yang sudah meninggal ribuan tahun dari sebuah karya yang mereka tulis, oleh karena itu begitu sangat pentingnya ilmu yang kita miliki di abadikan melalui karya ilmiah. Indonesia memiliki banyak potensi ilmuan yang sangat memumpuni diberbagai bidang, sehingga perlu adanya sebuah penerbitan buku yang bisa mewadahi berbagi karya imiah yang mereka tulis menjadi sebuah buku ilmiah.

Maritim

Satu hal juga yang tak boleh terlupakan bahwa potensi pemberdayaan maritim dengan aspek soliditas terhadap pengembangan nelayan maka akan tercipta sendiri basis pemberdayaan masyarakat pesisir yang akan dilakukan oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu sendiri. Sebagaimana dikatan oleh Rohkmin Dahuri (2017) bahwa pemberdayaan masyarakat pesisir merupakan upaya ejawantah nilai-nilai yang terkandung dalam budaya masyarakat itu sendiri sehingga bisa memperkuat elemen lainnya yang saling menopang antara satu dan lainnya.

Bagi MPM, menurut Rusdianto, dihitung mulai dari titik 0 (Nol) bahwa Indonesia harus mulai mendaulat nelayan nusantara di laut Indonesia sendiri. Jangan sampai negara lain mendompleng kekuatan maritimĀ  Indonesia sebagai alat perjuangan mereka untuk hidup.

Alasan lain dari upaya menerbitkan jurnal pesisir adalah untuk menyebarkan ilmu, menambah refrensi gerakan sosial masyarakat umum, khusus petani, buruh dan pendidik dan memperkuat kelembagaan leadershif pemberdayaan masyarakat kelas bawah. Tentu jurnal pesisir akan memberikan pemahaman terhadap masyarakat buruh, petani dan pendidik untuk bersama-sama menumbuhkan rasa kebersamaan dan senasib seperjuangan dalam menunaikan tugas pemberdayaan. Kemudian menjaga marwah dan ruh bangunan praksis pemberdayaan sehingga bisa memberikan masukan terhadap pemerintah atau pemangku kebijakan.

“Serta menjadikan Jurnal Pesisir sebagai wadah membangun opini untuk merumuskan gagasan pemberdayaan hingga tingkat lanjut,” ujarnya.