Tugas Hizbul Wathon adalah Mendidik Karakter Anak Agar Tangguh

SURAKARTA, MENARA62.COM–Tugas Hizbul Wathon (HW) adalah mendidik karakter anak agar menjadi tangguh. Selain itu,  menjadikan anak-anak Hizbul Wathon sebagai anak bangsa yang pantang menyerah sesuai dengan amanat Jenderal Sudirman.

Demikian pesan yang disampaikan Pimpinan Kwarwil Hizbul Wathon Jawa Tengah Sutan Syahrir dalam pembukaan perkemahan akbar Hizbul Wathon Surakarta, Sabtu (18/2/2017).

Subari, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Solo dalam sambutannya mengatakan, rotasi kepemimpinan di Solo berjalan lancar. Hal ini untuk menanggapi proses pemilihan pemimpin di Kwarda Hizbul Wathon Surakarta. Ia pun mengucapkan selamat pada Yatimun, ketua Kwarda Hizbul Wathon Surakarta yang baru terpilih.

“HW itu tugasnya membina angkatan muda, pembinaan akhlak. Saya berharap, HW Surakarta juga bisa melakukan kerjasama dengan berbagai pihak seperti pemerintah dan pihak lainnya, mengembangkan sinergi dalam membina generasi muda,” ujarnya.

Ia pun bercerita, sejarah HW berawal dari Kyai Dahlan yang sedang berjalan-jalan melalui Mangkunegaran. Ia melihat padvindder Mangkunegaran sedang berlatih kepanduan. Ia pun kemudian membentuk kepanduan Hizbul Wahton di Yogyakarta.

Yatimun, Ketua Kwarda Gerakan Kepanduan Hizbul Wathon yang baru terpilih mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan berbagai pihak atas terselenggaranya Perkemahan Akbar Hizbul Wathon Surakarta.

“Terima kasih pada Kakwarcab Pramuka, meski berbeda seragam, tetapi sama-sama gerakan kepanduan. Terima kasih juga pada  jajaran muspika Kecamatan Laweyan,” ujar Yatimun.

Penancapan kapak

Sesuai tradisi, kegiatan pembukaan perkemahan akbar ini dilakukan dengan penancapan kapak ke tunggul kayu. Selain itu, juga dilakukan pelepasan balon ke udara.

Kegiatan Hizbul Wathon untuk tingkat pengenal dan penghela, antara lain diisi dengan kegiatan baris-berbaris dengan instruktur dari Kodim setempat. Acara ini diikuti 90 putri, dan 90 putra, semuanya siswa SMP. Kegiatan ini dilakukan di lapangan yang kondisinya becek.

Selain baris berbaris, juga diisi dengan kegiatan mountenerin, yang bermanfaat untuk melakukan kegiatan pendakian dan vertical rescue. Kegiatan ini dilakukan oleh kelompok HW tingkat penghela dengan instruktur HW dari Universitas Muhammadiyah Surakarta. Materinya antara lain, simpul-simpul tali, teknik ascending (naik) dan discending (turun) menggunakan tali.