Judul       : Tumbuh dan Berkembang: Refleksi dan Dinamika The Elementary School of Muhammadiyah 5

Kebayoran Baru Jakarta

Penulis   : Ahmad Said Matondang

Penerbit : Sunhouse Digital

Cetakan  : I, April 2017

Tebal       : xxv, 260 halaman

ISBN       : 978-602-6135-3-4

“Apa cita-cita anda sebagai kepala sekolah? Kalau anda tidak punya cita-cita, lebih baik anda mengundurkan diri saja.” Pertanyaan ini diajukan oleh Profesor Imam Robandi pada kegiatan magang di SD Muhammadiyah 4 Pucang, Surabaya. Menurut Prof Imam, seorang pemimpin sekolah tanpa cita-cita tidak hanya merugikan guru-guru, tetapi juga anak-anak didik dan orangtua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putri mereka.

Buku ini memuat rekaman perjalanan Ahmad Said Matondang, mantan Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 5 Jakarta bersama sang motivator, Profesor Imam Robandi. Pak Said mendeskripsikan pengalamannya dalam menumbuhkembangkan SD Muhammadiyah 5 Jakarta hingga menjadi sekolah yang unggul prestasi dan anggun dalam budi pekerti.

 

INOVASI

Pak Said mendapat amanah sebagai kepala sekolah selama dua periode, yaitu 2010-2014 dan 2014-2018. Namun, kepemimpinan Pak Said pada periode kedua harus terhenti sebelum masa jabatan berakhir. Pada 2016, beliau dipercaya untuk memimpin Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kebayoran Baru.

Berbekal tiga kata kunci: tata persepsi, semangat, dan kemauan, Pak Said memulai langkah awal pembenahan. Agenda pertama, pendelegasian tugas secara merata kepada para guru dan karyawan. Setiap guru diberi kepercayaan dan wewenang sesuai dengan deskripsi kerjanya. Ada yang bertugas menyusun kurikulum, membentuk karakter siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler, ataupun mengurus sarana prasarana.

Training for Teacher yang dikemas dalam bentuk Class Management menjadi salah satu inovasi untuk para guru. Ini adalah program pengayaan untuk meningkatkan kinerja dan profesionalisme para guru, seperti pelatihan mingguan English for Teacher dan Tahsin Tilawah Alquran. Mengenai kegiatan ini, Prof Imam mengingatkan bahwa murid yang senang belajar dihasilkan dari guru yang juga senang belajar.

Bagi para siswa, ada program Coffee Morning with Traditional Cake yang digelar tiap Jumat pagi di akhir bulan. Pada ajang unjuk kreasi seni ini, para siswa membawa kue-kue tradisional untuk dinikmati sambil menyaksikan rekan-rekan mereka yang tampil bermain musik, menari, ataupun mendongeng. Sesekali pihak sekolah juga mengundang lurah dan camat di lingkungan sekitar untuk turut hadir.

Lalu, yang juga tidak kalah menarik adalah program beras jimpitan. Setiap Kamis para siswa menjalani puasa sunah dan membawa beras segenggam untuk dikumpulkan dan kemudian disumbangkan. Upaya pembinaan karakter untuk membangun empati terhadap mereka yang kurang beruntung.

Tulisan ini bisa dibilang sebuah achievement report atas keberhasilan seorang mantan kepala sekolah. Laporan kecemerlangan yang sekaligus dapat dijadikan sebagai rujukan dalam mengelola sekolah-sekolah Muhammadiyah di Indonesia. Seperti diakui, Pak Said memang banyak menuai kesuksesan.