KoMET Gelar Lomba Pidato Kewirausahaan Islami

Salah satu peserta sedang menyampaikan pidatonya di Kampus UM Magelang, Jumat (12/5/2017). (foto : istimewa)

MAGELANG, MENARA62.COM — Komunitas Mahasiswa Enterpreneur (KoMET) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang menggelar lomba pidato bertema ‘Menjadi Pengusaha Sukses yang Islam.’ Lomba pidato ini diperuntukan bagi siswa-siswi Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan (SMA/K) se Kota dan Kabupaten Magelang.

Menurut Dimas Nugroho Cahyo, ketua panitia kegiatan, lomba diadakan di Auditorium Kampus 1 UM Magelang diikuti 21 peserta, Jumat (12/5/2017). Lomba ini diharapkan sebagai ajang bagi peserta agar dapat mengasah kemampuan berkomunikasi di depan publik sehingga dapat menumbuhkan rasa percaya diri.

Keluar sebagai juara Cindy Aristin dari SMK Muhammadiyah Bandongan. Sedang tempat kedua dan ketiga diraih, Novi Mettasari dari SMK Muhammadiyah Salaman dan Hikmawati Fajri dari SMK Syubanul Wathon. Lomba ini juga memilih Best Speaker yang diraih Ema Aprilia dari SMK MA’arif Tegalrejo. “Mereka mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan dan trophi dari panitia,” kata Dimas di Magelang, Sabtu (13/5/2017).

Selain lomba pidato, KoMET juga menggelar talkshow tentang kewirausahaan, Sabtu (13/5/2017). Talkshow menghadirkan pembicara dari Malaysia, Urwah Assayuti (CEO Hijab Nayla). Talkshow bertajuk ‘Menemukan Kunci Rejeki dari Berwirausaha dan Investasi’ juga menghadirkan enterpreneur muda yakni Muhhamad Machfud (owner ATENSI Sekolah Paper Aset Yogyakarta) dan Santo Budikusuma (pengusaha minyak dan SPBU).

Di hadapan ratusan peserta talkshow yang memadati Auditorium Kampus 1 UM Magelang, narasumber menyuntikkan virus sukses mereka. Tampak peserta sangat antusias mengikuti acara hingga selesai.

Narasumber mengungkapkan kunci mendapatkan rezeki dari berwirausaha dan investasi, di antaranya adalah dengan bersedekah dengan ikhlas dan kontinyu. Selain itu juga dengan menabung sehingga tercipta pola hidup seimbang yakni tidak pelit tapi juga tidak boros. Sehingga cara itu merupakan sarana untuk dapat mencapai dua hal sekaligus yakni keseimbangan dunia dan akherat.

“Investasi diperlukan untuk memikirkan kelangsungan hidup dan usaha dalam jangka panjang,” ujar Santo yang sukses mengelola bisnis SPBU di beberapa wilayah di Jawa Tengah.