Indonesia Jajaki Kerjasama Pendidikan Vokasional Dengan Korea Selatan

SEOUL, MENARA62.COM–  Setelah mengunjungi Korea Institute of Sport Science (KISS), Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani melanjutkan kunjungan kerjanya ke Seoul Institute of Technology and  Education (SITE) Jungbu Campus. Kunjungan Menko PMK untuk melihat langsung pengalaman Korea Selatan dalam membangun pendidikan vokasional.

Dalam siaran persnya, Menko PMK menjelaskan bahwa dirinya berkesempatan melihat fasilitas dan proses pendidikan di SITE yang meliputi pendidikan dan pelatihan kuliner, permesinan, pertukangan, dan pemograman aplikasi 3 dimensi.

Menurutnya, pemerintah Indonesia saat ini tengah gencar membuat terobosan di bidang pendidikan vokasional. Tujuannya adalah untuk menghasilkan SDM terlatih. Diketahui bahwa hanya sekitar 30% bidang sains dan teknologi yang ada di pendidikan tinggi Indonesia. Sementara itu, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Indonesia, hanya sekitar 38% yang memiliki kompetensi memadai untuk masuk ke dunia kerja. “Pengalaman pendidikan vokasi di Korea Selatan dapat memperkaya pengalaman Indonesia dalam merevitalisasi pendidikan vokasional”, ungkap Menko PMK Puan Maharani.

Ditambahkannya, dalam rangka merevitalisasi sekolah vokasi, Pemerintah Indonesia telah meluncurkan program Revitalisasi Vokasi Industri melalui model link-and-match antara SMK dan perusahaan industri. Program ini telah melibatkan sebanyak 1.098 SMK dan sekitar 500 perusahaan industri di sektor tekstil dan garmen, otomotif, kimia, permesinan, furnitur, dan lainnya.

Sementara itu, di jenjang pendidikan tinggi, Indonesia memiliki kurang lebih 1.365 pendidikan kejuruan termasuk 262 politeknik. Dari jumlah itu, baru 22 politeknik yang berakreditasi A. Karena itu, Pemerintah mulai melakukan revitalisasi terhadap 12 politeknik untuk menghasilkan 100% lulusan yang bersertifikat kompetensi. “Revitalisasi akan mencakup program-program studi yang mendukung program pembangunan nasional, seperti pertanian dan pangan, energi, transportasi dan kemaritiman, pariwisata, dan industri kreatif”, urai Puan Maharani.

SITE sebagai salah satu sekolah vokasi terbaik di Korea Selatan, saat ini telah berperan dalam memberikan jaminan kerja 100% bagi para mahasiswanya yang telah lulus. SITE juga sudah membuat MoU dengan Federasi Usaha Kecil dan Menengah Korea, yang merupakan rumah bagi 3,2 juta UKM, untuk memperluas dan membangun infrastruktur ketenagakerjaan. Kunci keberhasilan pendidikan dan pelatihan vokasional di Korea Selatan adalah adanya sinergi antara dunia usaha dan Pemerintah, sehingga dapat dirumuskan kurikulum dan model-model kursus yang diselenggarakan oleh lembaga vokasional.

Di akhir pertemuan, Menko PMK mengatakan bahwa kunci sukses pendidikan vokasi adalah keterserapan lulusan. Peran instruktur dan kurikulum sangat krusial dalam pendidikan vokasional.