Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah Temu Nitizen

Muchlas (kanan), Dadang Ahmad dan Gunawan Budiyanto saat memberikan sambutan pada pembukaan Temu Nitizen di Kampus UMY, Sabtu (19/8/2017). (foto : heri purwata)

YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat (MPI PP) Muhammadiyah, Sabtu (19/8/2017), menggelar temu nitizen Muhammadiyah seluruh Indonesia dan Kopi Darat Nasional Jaringan Televisi Muhammadiyah (Kopdarnas Jarimu). Temu nitizen yang digelar di Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dihadiri Rektor Dr Gunawan Budiyanto, dan Ketua PP Muhammadiyah Dadang Ahmad.

Dijelaskan Ketua MPI PP Muhammadiyah, Dr Muchlas MT, temu nitizen ini dihadiri perwakilan nitizen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) seluruh Indonesia, perwakilan nitizen Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), perwakilan Organisasi Otonom Tingkat Pusat, perwakilan Majelis/Lembaga tingkat pusat, perwakilan Televisi dan Radio Komunitas Muhammadiyah, perwakilan administrasi media-media aliansi Muhammadiyah.

Lebih lanjut Muchlas mengatakan temu nitizen mengangkat tema ‘Konsolidasi dan Pengembangan Jaringan.’ Sedang tujuannya adalah pertama, untuk membentuk forum konsolidasi nitizen Muhammadiyah. Kedua, merumuskan program dan strategi dakwah dunia maya. Ketiga, merumuskan kode etik dan sistem pengembangan jaringan.Media sosial (Medsos), kata Muchlas, sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat. Hal ini tidak terlepas dari terus meningkatnya pengguna internet di Indonesia. Berdasarkan data dari We Are Social, sebuah perusahaan riset diungkap data pengguna internet di Indonesia tahun 2016 sebanyak 88,1 juta orang. Sedang per Januari 2017 naik menjadi 132,7 juta.

Sedang pengguna media sosial, tahun 2016 tercatat 79 juta orang, dan hingga Januari tahun 2017 pengguna media sosial meningkat menjadi 106 juta orang. “Berdasarkan data tersebut, hampir separoh dari penduduk Indonesia menggunakan media sosial sebagai sarana komunikasi,” kata Muchlas.

Muhammadiyah, jelas Muchlas, yang sudah berusia lebih dari satu abad, tidak bisa menghindari implikasi dan impact dari kemunculan media sosial. Tanpa mengikuti perkembangan teknologi maka siapa pun orangnya atau organisasi sangat sulit berkembang dan bakal ditelan zaman jika tidak beradaptasi.

“Muhammadiyah mau tidak mau harus berada di garda terdepan dalam mengembangkan dakwah dan memperkuat eksistensinya di dunia maya. Salah satunya menggunakan media sosial,” katanya.