Dialog Reflektif Milad Muhammadiyah Ala SMA Muhammadiyah PK

SURAKARTA, MENARA62.COM — Dalam rangka memperingati Milad Muhammadiyah yang ke-108, SMA Muhammadiyah PK Kottabarat, Surakarta menggelar Refleksi Milad dengan acara dialog reflektif. Usai acara tersebut, dilanjutkan nonton bareng film Jendral Sudirman pada hari Rabu (30/8/2017).

Dialog Reflektif, dimulai dengan sajian fakta sejarah Gerakan Muhammadiyah, khususnya di kota Surakarta. Muhammadiyah sebagai organisasi yang bergerak dalam bidang dakwah, Pendidikan dan Kesehatan diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berkiprah dalam membangun kualitas kehidupan bangsa. Momentum Milad Muhammadiyah ini, dimanfaatkan oleh SMA Muhammadiyah PK Kottabarat untuk memotivasi para siswanya.

Film Jenderal Soedirman ini sekaligus sebagai bentuk refleksi perjuangan Jendral Sudirman dalam memperjuangkan kemerdekaan, sekaligus sebagai kader Muhammadiyah. Sebagai kader Muhammadiyah, Panglima Besar Jendral Sudirman dikenal sebagai santri atau jamaah yang cukup aktif dalam pengajian yang diadakan oleh PP Muhammadiyah di Kauman berdekatan dengan Masjid Besar Yogyakarta.

Ganda Setya, pembicara pada acara nobar itu mengungkapkan, “Sudirman dikenal memiliki kepribadian tegas dan disiplin. Kepribadiannya merupakan buah dari tempaan sistem perkaderan Hizbul Wathan. Ia memang aktif di organisasi kepanduan Muhammadiyah,” ujarnya.

Hizbul Wathan adalah salah satu organisasi otonom di Muhammadiyah yang bertujuan untuk mempersiapkan kader-kader yang berdisiplin tinggi dan tegas dalam mengambil sikap.

“Kami mengharapkan setelah melihat film ini siswa-siswa dapat meneladani perjuangan Jendral Sudirman, sekaligus kelak bisa menciptakan kader-kader baru Muhammadiyah yang tangguh layaknya Jendral Sudirman, serta dapat mengembangkan organisasi Muhammadiyah supaya berjalan sesuai dengan amal usaha dan cita-cita Kyai Ahmad Dahlan,” tuturnya.

Kegiatan nonton bareng ini mendapat tanggapan positif dari kepala sekolah SMA Muhammadiyah PK Kottabarat, Hendro Susilo. Ia mengatakan, banyak hal-hal positif yang dapat diambil dari sosok Jendral Sudirman. Seorang Panglima yang istimewa, dengan kekuatan iman dan keislaman yang melekat kuat dalam dadanya.

Kegiatan yang dilaksanakan cukup sederhana tersebut, ternyata banyak memberikan pengalaman, pengetahuan dan menumbuhkan semangat jiwa nasional dalam membangun kualitas kehidupan bangsa bagi siswa dan siswi SMA Muhammadiyah PK Kottabarat.