Kenang Babe, Teater Abnon Bakal Gelar Teatrikal

110

JAKARTA, MENARA62.COM – Benyamin Sueb tak hanya aktor tapi dia merupakan simbol dari kehidupan Betawi. Dikenal karena humornya yang spontan dan merakyat, seakan ia mengajak terus hidup dengan riang gembira.

Teater Abang None (Abnon) Jakarta didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation akan menggelar sebuah konser teatrikal dengan judul BABE, Muka Kampung Rejeki Kota yang mengangkat kisah perjalanan hidup Benyamin Sueb. Disutradarai oleh Agus Noor dan diproduseri oleh Maudy Koesnaedi.

Konser teatrikal ini akan diselenggarakan selama dua hari pada tanggal 15 & 16 September 2017 bertempat di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

“Benyamin Sueb, dikenal sebagai seorang seniman dan aktor yang telah memberikan kontribusi begitu banyak dalam dunia perfilman, musik dan seni tradisional Betawi. Sama halnya dengan Teater Abnon sebagai kelompok teater yang konsisten dalam melestarikan budaya Betawi, yang dalam pertunjukan kali ini, untuk pertama kalinya mengangkat kisah perjalanan hidup Benyamin Sueb ke atas panggung pertunjukan. Semangat para generasi muda ini untuk mengenalkan budaya Betawi ke masyarakat luas, dapat dilihat melalui pertunjukan BABE, Muka Kampung Rejeki Kota mendatang,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Benyamin Sueb bukanlah sekadar nama. Ia adalah sosok seniman multi talenta yang menggema karena kejenakaannya. Kita mengenal banyak celotehan satir yang dilontarkan lelaki kelahiran Kemayoran 5 Maret 1939 ini, namun menjadi akrab dan bersahaja di kehidupan kita sehari-hari, sebut saja Muke Lu Jauh, Kingkong Lu Lawan, Makdikipe, dan masih banyak lagi.

Tahun 2005 Ludhy Cahyana dan Muhlis Suhaeri menulis buku biografi tentang perjalanan hidup Benyamin Sueb berjudul Muka Kampung Rezeki Kota. Melalui buku biografi ini, Maudy Koesnaedi selaku pemrakasa Teater Abnon kemudian terinspirasi memproduseri pertunjukan tentang Benyamin Sueb dengan konsep yang berbeda sebagai wujud apresiasi kepada sang legenda yang wafat di Jakarta pada tanggal 5 September 1995.

“Gagasan menambah sebutan BABE sebagai judul dalam pertunjukan ini, karena semasa hidupnya beliau akrab disapa Babe sekaligus menjadi sosok ayah bagi kami semua. Babe adalah seniman yang memberikan inspirasi bagi masyarakat, khususnya Betawi. Kejenakaan Babe seringkali mengingatkan kepada kita untuk tetap semangat dan ceria.

Pertunjukan ke-10 Teater Abang None Jakarta, mengambil konsep pertunjukan berupa konser teaterikal untuk mengenang sosok Babe dengan cara yang lain,” ujar Maudy Koesnaedi dalam konferensi pers BABE, Muka Kampung Rejeki Kota di Galeri Indonesia Kaya.

Mengiringi pertunjukan, lebih dari 30 lagu yang pernah populer mengiringi perjalanan hidup seniman legendaris ini dibawakan dan diaransemen ulang oleh Ifa Fachir, sebagai penata musik dalam konser teatrikal ini. Dalam persiapannya, Ifa Fachir menciptakan dua lagu bersama Simhala Avadana yang berjudul Karya Untukmu dan Muka Kampung Rejeki Kota’ yang lirik lagunya terinspirasi dari judul-judul lagu Benyamin dan juga sebagai tanda apresiasi kepada Babe Benyamin.

“Pertunjukan ini menurut saya bukan untuk mengenang, tetapi untuk merayakan kembali Benyamin Sueb dengan jejak-jejak kegembiraan yang pernah diwariskannya,” ucap Agus Noor, Sutradara konser teatrikal BABE, Muka Kampung Rejeki Kota.

Konser teatrikal BABE, Muka Kampung Rejeki Kota yang ini didukung pula oleh Teh Botol Sosro, Telkomsel, Indofood, Kimia Farma dan Sari Ayu Martha Tilaar ini dimeriahkan dengan para pemain seperti, Tommy Tjokro, Indra Bekti, Imam Wibowo, Ayumi Astriani, Astry Ovie dan abang none Jakarta lainnya.