Aisyiyah Gresik Dorong Terbitnya Perda Penanggulangan TB

Pertemuan Aisyiyah Gresik dengan lintas organisasi profesi. (ist)

GRESIK, MENARA62.COM- Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Gresik melalui tim SUB-Sub Recepient (SSR) TB HIV Care ‘Aisyiyah melakukan gerakan advokasi kebijakan terkait isu-isu di bidang kesehatan, Kegiatan yang di laksanakan di hotel Pesonna Gresik tersebut berlangsung selama dua hari yakni  23-24 September 2017.

Dalam kegiatan ini, ‘Aisyiyah menggandeng beberapa organisasi lintas profesi antara lain, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Muslimat NU, Fatayat NU, dan Angkatan Muda Muhammadiyah se-Kabupaten Gresik.

“Kami sangat mengapresiasi pertemuan ini. ’Aisyiyah selaku organisasi masyarakat di bidang sosial keagamaan, kami akui sangat konsen sekali dalam penanggulangan dan pencegahan penyakit menular tubercolosis. Kami berharap ‘Aisyiyah dapat selalu istiqomah mengawal dan melakukan pendampingan kesehatan pada masyarakat,” kata dr. Dian Eka, perwakilan dari IDI dalam siaran persnya, Sabtu (23/9/2017).

Pertemuan tersebut membahas beberapa isu-isu strategis terkait penyakit menular TB di Gresik. Selain itu juga upaya-upaya yang dilakukan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Gresik seperti menggalang dukungan dari beberapa organisasi lintas profesi yang ada di kabupaten gresik untuk dapat melahirkan sebuah Perda (Peraturan Daerah) terkait dengan kebijakan-kebijakan mengenai TB HIV yang ada di Kabupaten Gresik.

Nur Bayti, Koordinator tim Project SSR TB HIV Care ‘Aisyiyah menjelaskan bahwa dukungan dari rekan-rekan lintas profesi sangat di perlukan oleh ‘Aisyiyah untuk mengawal dan melahirkan payung hukum  dan legal standing  sebagai acuan perjuangan teman-teman kader dalam melakukan advokasi di masyarakat mengenai penyakit TB HIV di kabupaten Gresik.

Senada dengan Nur Bayti, AR Nofaldi salah satu narasumber dari Tim Muhammadiyah Againt TB In Children yang turut mendampingi dan mengawal gerakan ini mengatakan, bahwa komitmen dari pihak pemangku kebijakan di daerah sangat di perlukan sekali bagi ‘Aisyiyah, sehingga kita akan bekerja secara maksimal dan berjuang sekuat tenaga untuk mendapatkan dukungan dari pihak pemerintah daerah dengan harapan dapat keluar sebuah Perda mengenai TB HIV.

Dari  data yang ada, bahwa kabupaten Gresik merupakan daerah dengan temuan kasus TB tertinggi nomor tiga di Jawa Timur, Hal ini merupakan sebuah pekerjaan dan tugas yang berat bagi seluruh pihak untuk dapat menekan angka kasus TB di Jawa Timur.

“Perlu komitmen bersama dari semua pihak untuk dapat melakukan pencegahan penyakit menular ini, dan perilaku hidup sehat,” jelas Nofal.

Dalam kesempatan ini juga terbentuk sebuah Forum Gresik Bebas Tubercolsis (FGBT). Forum yang di sepakati bersama oleh seluruh peserta lintas organisasi tersebut, berkomitmen melakukan langkah nyata gerakan Gresik bebas TB, dan berharap mendapatkan dukungan dari pihak pemangku kebijakan di kabupaten Gresik. Sehingga dapat memudahkan gerak dan langkah perjuangan teman-teman di lapangan dalam pencegahan TB HIV ini.