Uhamka Gelar Kegiatan Duta Lingkungan Sehat Di MTs Muhammadiyah I Depok

Kegiatan Duta Lingkungan Sehat di MTs Muhammadiyah I Depok. (ist)

DEPOK, MENARA62.COM- Tingkatkan kesadaran siswa untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah, tim pengabdian masyarakat dari Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka) gelar kegiatan Duta Lingkungan Sehat di MTs  Muhammadiyah 1 Depok – Jawa Barat, Sabtu (23/9/2017). Para Duta Lingkungan Sehat dipilih dari siswa itu sendiri.

Jumlah Duta Lingkungan Sehat ada 30 siswa, yang merupakan perwakilan masing-masing kelas. Nantinya, Duta Lingkungan Sehat ini yang bertanggung jawab untuk mengajak teman kelasnya menjaga kebersihan kelas.

Karenanya, sebelum menjalankan tugas tersebut, tim pengabdian masyarakat melakukan pelatihan dan penyuluhan terkait bagaimana menjaga kebersihan lingkungan sekolah bagi para duta tersebut. Tujuan pelatihan dan penyuluhan tersebut tentunya untuk meningkatkan pengetahuan para duta terkait kebersihan lingkungan serta meningkatkan kemampuan mereka untuk mengajak teman kelasnya dalam menjaga kebersihan lingungan sekolah umumnya dan lingkungan kelas khususnya.

Kegiatan diawali dengan diskusi antara tim pengabdian masyarakat dengan kepala sekolah MTS Muhammadiyah 1 Depok, Drs. Nasrudin.

Kepala Sekolah menyebutkan bahwa kesadaran siswa untuk membuang sampah ke tempat sampah masih perlu ditingkatkan.

“Saat ini para siswa masih sering membuang sampah bekas jajanannya di dalam kelas,” tutur Kepala Sekolah Nasrudin.

Padahal MTs Muhammadiyah I Depok sebelumnya pernah menjadi juara sekolah terbersih se-Kota Depok. Namun gelar tersebut tidak lagi disandang MTs Muhammadiyah I Depok.

Perwakilan tim pengabdian masyarakat dari UHAMKA, Mochamad Iqbal Nurmansyah, SKM., M.Sc. menyebutkan bahwa perlunya kerjasama antara sektor kesehatan dan pendidikan dalam rangka mewujudkan lingkungan yang sehat.

Dengan berpedoman konsep paradigma sehat, tim pengabdian masyarakat juga tidak hanya menjadikan mitra pengabdian masyarakat sebagai obyek kegiatan, namun perlu juga dijadikan subyek atau pelaku kegiatan itu sendiri. Harapannya akan terjadi perubahan perilaku sehat, dimana perubahan tidak hanya terjadi saat kegiatan pengabdian masyarakat berlangsung namun bersifat berkelanjutan/sustainable yang dapat dilakukan pihak mitra kedepannya.