Senja sedang memamerkan merah saganya, saat tim ekspedisi tiba di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Rabu (19/07/2017). Dua mobil oranye yang membawa tim berhenti di halaman parkir Masjid Agung As-Salam, Lubukulinggau. Pada waktu itu, kumandang azan Magrib telah sedang bergema di masjid itu. Sejenak kami melihat dan menyaksikan orang-orang berbondong-bondong menuju masjid. Kami istirahat sejenak sembari melihat lalu-lalang kendaraan di jalan raya depan masjid.

Sejenak kami melihat senja sebelum dijemput oleh salah seorang anggota Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Lubuklinggau. Sebelum tiba di halaman masjid, kami sempat bingung dan kesasar di jalan menuju kota itu. Namun, Masjid Agung As-Salam menjadi titik temu kami dengan anggota PDM kota itu dan kami diajak ke tempat mereka menunggu.

Kami tiba di lokasi PDM Lubuklinggau,saat mereka tengah melaksanakan salat Magrib di masjid. Kami pun berbaur dengan mereka. Usai salat Magrib, kami bertemu dan dikenalkan pada beberapa anggota PDM kota itu untuk kami wawancara. Mereka menyambut kami dengan rasa senang dan gembira.

Kami langsung menyiapkan perangkat untuk merekam dan mendokumentasikan obrolan dengan mereka. Mereka dengan semangat dan senyum bercerita tentang sejarah Muhammadiyah di kota mereka, mulai dari masuknya dari kota mana dan tahun berapa. Secara estafet mereka bercerita berdasarkan sejarah yang tertulis di beberapa buku dan dokumen yang kemudian diserahkan kepada kami sebagai tambahan data dan kenang-kenangan.

Beberapa di antara mereka sudah berusia senja, namun semangat memajukan Islam tetap terpancar dari ucapan dan tindakan mereka. Mereka senantiasa menyemangati kami agar terus berjuang dan memperjuangkan agama dengan semangat tanpa lelah dan mengeluh. Usai bercerita dan menyampaikan banyak hal tentang sejarah dan perkembangan Muhammadiyah kota itu, kami berpamitan pada mereka.

Sekitar pukul 20.00 WIB kami meninggalkan Kota Lubuklinggau. Dalam hati kami senang karena malam itu pulang lebih awal dari malam sebelumnya. Perjalanan pun kami tempuh dan jalan yang penuh kelokan juga kami lewati kembali. Berjam-jem kami dalam perjalanan pulang meunuju Lahat yang kami kira akan sampai dalam waktu yang tidak lama. Namun, tidak seperti yang kami kira.

Kamis, 01.00 WIB (dini hari 20/07/2017) tim ekspedisi tiba kembali di Lahat dengan rasa lelah. Perjalanan dari Kota Lubuklinggau ke Lahat ditempuh selama kurang lebih lima jam perjalanan. Kami tidak lagi bersenda gurau saat tiba di Lahat, tapi langsung menuju kamar masing-masing dan langsung lelap dalam lelah. Besoknya, kami berencana berkunjung ke PDM Muara Enim sekaligus kembali ke Jakarta.