Kisah Hunida, Pengungsi Rohingya Yang Tengah Hamil Muda

Hunida, pengungsi Rohingya yang tengah hamil muda bersama dr Rosita

COX’S BAZAR, MENARA62.COM– Hamil muda dan harus berlari menyelamatkan diri saat kerusuhan melanda desanya. Tak bisa dibayangkan jika Hunida, seorang etnis Rohingya yang kini mengungsi di Coz’s Bazar, Bangladesh masih bisa mempertahankan kandungannya yang baru berusia 4 bulan.

Tetapi itulah fakta yang terjadi. Sebulan lalu saat desa Tula Toli, desa dimana Hunida lahir dan menjalani kehidupan bersama suami dan empat anaknya, dilanda kekacauan. Sebuah peluru menembus dinding rumahnya yang kemudian disusul dengan pembakaran desa, jelas memaksa Hunida harus meninggalkan desa Tula Toli.

Menembus hutan belantara, jalan terjal dengan jarak yang teramat jauh adalah perjalanan yang tidak mudah. Terlebih bagi seorang ibu hamil.

“Kalau kemudian Hunida selamat, tentu ini sesuatu yang luar biasa. Karena hamil muda sangat rentan keguguran,” papar dr Rosita Rivai, Pejuang Kemanusiaan Dompet Dhuafa yang bertugas di Cox’s Bazar, Senin (2/10/2017).

Rosita tak sanggup membayangkan bagaimana Hunida yang kandungannya masih muda dan rentan gugur itu masih bisa berlari.

“Sekarang ia ada di hadapan saya, di dalam tenda Aksi Layanan Sehat. Sungguh, ia sosok wanita tangguh,” lanjutnya.

Hunida tidak sendiri. Ada banyak pengungsi Rohingya yang dalam keadaan hamil harus menempuh perjalanan jauh dan kini hidup di camp-camp pengungsian.

“Kami bersama tim medis Indonesia Humanitarian Alliance di Coxs Bazar berupaya fokus membantu ibu hamil dan anak dengan memeriksa kesehatan dan memberi bantuan makanan,” tambah Rosita.

Bantuan kemanusiaan yang diamanahkan dari para donatur Dompet Dhuafa untuk Rohingya, akan terus diantar kepada mereka yang saat ini hidup terlunta di camp pengungsian. Entah sampai kapan.