SD Muhammadiyah Gelar Kelas Inspirasi

Kak Nasyir sedang mendongeng

SOLO, JAWA TENGAH – Sebanyak 116 siswa kelas 2 sekolah pendidikan karakter berbasis TIK SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta menggelar kegiatan kelas inspirasi. Kali ini, kelas inspirasi menghadirkan Muhammad Nasyir SP MPd, pendongeng senior Istana Dongeng Nusantara sekaligus guru Lazuardi Kamila Surakarta, Kamis (12/10/2017).

“Dalam rangka puncak tema tiga, tentang tugas-tugasku, cukup meriah, cukup asyik dengan mereka, bahwa belajar tidak sekedar mencari llmu tetapi mencari bekal untuk menghantarkan anak-anak ke surga dan menjadi penghuni surga, belajar adalah tugas mulia,” ujar Kak Nasyir, panggilan akrab Muhammad Nasyir di depan siswa.

Nasyir mengatakan, dongeng menjadi salah satu cara atau teknik mendidik anak tanpa kekerasan, dan mendongeng itu mendidik tanpa menggurui. Melalui dongeng terkadang juga bisa menghipnotis anak untuk bisa menerima nasihat dari orang dewasa. Melalui dongeng pula, anak-anak akan bisa menyerap dengan baik hikmah dan peristiwa yang tertanam sebagai sebuah pengalaman jiwa untuk bekal di masa dewasanya.

Di era digitalisasi, menurut Nasyir, anak pasti memiliki mainan. “Tugas kita mengenalkan berteknologi sehat, fitur-fitur yang baik, bukan melarangnya tetapi peduli dengan anak-anak kita,” ujarnya.

 

Kak Nasyir di depan anak-anak

Kegiatan ini sangat bagus dan diupayakan berkelanjutan untuk membentengi mereka dari pengaruh negatif. “Mari kita kenalkan tugas-tugas anak kita secara tuntas dan akan menjadi sirat atau jalan untuk menyampaikan hak dan kewajiban anak, momentum yang bagus, dan semoga menjadi generasi yang handal,” jelasnya Nasyir.

 

Kustinah Purwani SPd, salah satu guru kelas 2 berharap, siswa terinspirasi dengan dongeng yang berjudul Shirotol Mustaqim yang menggambarkan anak saleh dan anak salah. “Dengan cerita tersebut, anak dapat terinspirasi atau berfikir bahwa mereka harus berusaha menjadi anak yang sholeh, rajin salat, baca Qur’an, menghormati orang tua, taat kepada guru dan sayang pada teman-temannya dan selalu berbuat baik, juga tidak kalah pentingnya apabila seorang siswa rajin belajar, tentu dapat berhasil meraih cita-citanya,” tegasnya.