173 Peneliti Muda Ikuti Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2017

MALANG, MENARA62.COM — Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tahun 2017 digelar sejak 9 Oktober 2017 lalu, dan akan berlangsung hingga 14 Oktober 2017. OPSI diikuti 173 siswa SMA/MA yang berkompetisi mempresentasikan penelitiannya di tingkat nasional.

Situs Kemdikbud.go.id menyebutkan, ada tiga bidang penelitian dalam OPSI 2017 yakni Sains dan Teknologi, Matematika dan Rekayasa, dan Sosial dan Humaniora. OPSI tahun ini diselenggarakan di Kota Malang, Jawa Timur.

Sebelum OPSI 2017 diselenggarakan, sekitar 2.000 siswa SMA/MA mendaftar sebagai peserta OPSI. Namun, karya penelitian yang masuk hanya sebanyak 1.207. Karya tersebut lalu diseleksi lagi untuk maju ke tingkat nasional, dan menghasilkan 90 karya penelitian dari 173 siswa SMA/MA. Ke-90 karya penelitian itu terdiri dari 38 karya Sains dan Teknologi, 22 karya Matematika dan Rekayasa, dan 30 karya Ilmu Sosial dan Humaniora.

Para finalis OPSI 2017 dinilai dalam dua tahap, yaitu melalui pameran penelitian dan presentasi penelitian. Dalam pameran penelitian, mereka diberikan satu gerai atau stan untuk menampilkan poster yang memuat informasi tentang penelitian mereka.

Para peneliti muda itu juga dapat meletakkan barang-barang atau benda-benda serta alat demo yang dapat mendukung presentasi mereka saat juri mengunjungi stan untuk melakukan penilaian. Pameran penelitian berlangsung satu hari, pada Rabu (11/10/2017), di Dome Universitas Muhammadiyah Malang. Esok harinya, pada Kamis (12/10/2017), para finalis OPSI 2017 mempresentasikan penelitian mereka di hadapan juri dalam bentuk forum sidang. Di tahap ini, dibutuhkan kemampuan berkomunikasi dan kesiapan mental untuk dapat memberikan penjelasan dan menjawab pertanyaan juri.

Acara pembukaan OPSI 2017 berlangsung di Dome Universitas Muhammadiyah Malang, pada Rabu pagi (11/10/2017).

Kepala Subdirektorat Kelembagaan dan Peserta Didik Direktorat Pembinaan SMA, Rizal Alfian mengatakan, OPSI 2017 merupakan penyelenggaraan OPSI yang ke-9 kali, sekaligus ke-3 kalinya diselenggarakan di luar Jakarta.

“Tujuan diselenggarakannya OPSI adalah untuk memotivasi siswa SMA/MA untuk berkreasi dalam berbagai bidang ilmu sesuai dengan minat dan bakatnya,” ujar Rizal saat memberikan laporan dalam acara pembukaan OPSI 2017.

Direktur Pembinaan SMA Kemendikbud Purwadi Sutanto menuturkan, OPSI bermanfaat sebagai wahana tempat siswa berkreasi melakukan atau menciptakan sesuatu. Selain OPSI, ada juga wahana lain yg diselenggarakan oleh lembaga/kementerian lain, seperti Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

“Mari kita bersama-sama mewujudkan wahana-wahana yang bisa mendorong kreativitas dan minat bakat anak-anak sehingga mereka mampu berprestasi dan menuangkan ide-idenya untuk berkreasi,” tutur Purwadi.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kota Malang, dan Rektorat Universitas Muhammadiyah Malang, yang telah mendukung pelaksanaan OPSI 2017.

Pembukaan
OPSI 2017 dibuka secara resmi dengan ditandai oleh pemukulan gong oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Zubaidah, didampingi Direktur Pembinaan SMA Purwadi Sutanto, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Saiful Rachman, dan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Fauzan. Acara pembukaan OPSI dimeriahkan dengan pertunjukan gamelan, musikalisasi puisi, dan paduan suara dari SMA Negeri Taruna Nala, Malang.

OPSI diharapkan dapat membangun integritas dan tanggung jawab, kemampuan berpikir logis dan analitis, kemampuan bekerja sama dalam kelompok, keterampilan berkomunikasi, dan kemampuan menulis karya ilmiah. Melalui OPSI, diharapkan dapat mengembangkan budaya meneliti di kalangan siswa dan menjaring peneliti muda yang bisa diikutsertakan dalam kegiatan penelitian di tingkat internasional.