Olimpiade Penelitian Siswa Diharapkan Diikuti Lebih Banyak Peserta

MALANG,  MENARA62.COM– Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdikbud, Hamid Muhammad berharap, pelaksanaan Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tahun depan, dapat melibatkan lebih banyak lagi SMA yang terlibat.

“OPSI ini sudah lama, dulu namanya LPIR, namun pesertanya masih terbatas antara 800-900 peserta. Namun sekarang sudah semakin banyak anak yang ikut dalam lomba ini. Anak-anak semakin banyak membuat penelitian yang semakin baik,” ujar Hamid ketika menutup OPSI 2017 di Universitas Muhammadiyah Malang, Jumat (13/10/2017).

“Kami mendorong, pada anak-anak yang akan menjadi pemimpin di masa depan di berbagai bidang, dorong untuk melakukan sesuatu yang bisa memberikan kontribusi pada bangsa dan negara,” ujarnya lagi.

Sebelum OPSI 2017 digelar, sekitar 2.000 siswa SMA/MA mendaftar sebagai peserta OPSI. Namun, karya penelitian yang masuk hanya 1.207. Karya tersebut lalu diseleksi lagi untuk maju ke tingkat nasional, dan menghasilkan 90 karya penelitian dari 173 siswa SMA/MA. Ke-90 karya penelitian itu terdiri dari 38 karya Sains dan Teknologi, 22 karya Matematika dan Rekayasa, dan 30 karya Ilmu Sosial dan Humaniora.

Menurut Hamid, setiap dekade selalu ada penekanan pada pelaksanaan olimpiade penelitian ini. Menurutnya, sains, teknologi, dan enginering merupakan bidang yang layak diteliti. “Tidak harus menunggu masuk perguruan tinggi dulu, bahkan sejak SD. Kemajuan suatau bangsa tergantung pada kreativitas yang dihasilkan melalui penelitian,” ujar Hamid yang .

“Tahun-tahun ke depan, bidang artificial intelegent, energi terbarukan, merupakan bidang yang layak ditekuni. Saya berharap, terutama pada kepala sekolah, kepala dinas, mari sebarkan kebiasaan budaya meneliti di sekolah,” ujarnya.