Indeks Dow dan S&P 500 berakhir di Rekor Tertinggi

Dokumentasi Spesialis Geoffrey Friedman bereaksi terhadap indeks pasar saham Dow Jones Industrials Average yang melewati nilai 17.000 di lantai Bursa Saham New York, Amerika Serikat, Kamis (3/7/2014). DJIA menembus level 17.000 Kamis kemarin dan S&P 500 menembus level 2.000 setelah tingkat pengangguran AS turun ke tingkat terendah dalam enam tahun terakhir dan ekonomi AS menciptakan lebih banyak lapangan kerja dari yang diperkirakan. (ANTARA FOTO/REUTERS/Brendan McDermid)

NEW YORK, MENARA62.COM — Indeks Dow dan S&P 500 dengan bersusah payah berakhir di rekor penutupan tertinggi pada Kamis (Jumat (20/10/2017) pagi WIB, berbalik lebih tinggi dalam menit-menit terakhir, setelah sebuah laporan mengatakan bahwa Gubernur Federal Reserve Jerome Powell jadi kandidat utama untuk calon ketua Fed.

Antara melansir, investor sangat ingin mendengar siapa yang akan dipilih Presiden Donald Trump sebagai kandidat ketua Fed. Keputusan seperti Powell kemungkinan akan menjadi keberlanjutan dari kebijakan moneter yang ramah pasar saham saat ini, yang telah membantu memicu pasar terus menguat ke rekor tertinggi, lapor Reuters.

Saham-saham telah pulih dari kerugian awal untuk sebagian besar saham, tapi S&P 500 dan Dow masih sedikit lebih rendah sebelum laporan tentang Powell.

“Jelas pada akhirnya, itu ada hubungannya dengan spekulasi tentang Jerome Powell,” kata Mark Luschini, kepala strategi investasi di Janney Montgomery Scott di Philadelphia. “Saya tidak bisa memahami alasan lain mengapa kita berakhir naik.”

“Dia dipandang sebagai perpanjangan (ketua Fed saat ini) Janet Yellen dengan kebijakan dovish … dan, dengan pasar lebih mencintai hal yang sama terhadap kebijakan moneter uber-akomodatif, sebagai lebih diterima daripada alternatif,” katanya.

Powell termasuk beberapa nama yang beredar yang mungkin dicalonkan, termasuk Yellen. Yang lainnya termasuk kepala penasihat ekonomi Trump, Gary Cohn, mantan Gubernur Fed Kevin Warsh dan ekonom Stanford University, John Taylor.

Gedung Putih pada Rabu (18/10/2017) mengatakan, Trump akan mengumumkannya keputusan tentang masalah ini dalam “beberapa hari mendatang”.

Saham-saham teknologi termasuk yang mencatat penurunan terbesar hari ini, dipimpin oleh Apple yang turun 2,4 persen, persentase penurunan harian terbesar sejak 10 Agustus, akibat keraguan tentang strategi peluncuran ganda iPhone 2017 yang membebani para investor.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 5,44 poin atau 0,02 persen, menjadi berakhir di 23.163,04 poin, indeks S&P 500 menguat 0,84 poin atau 0,03 persen menjadi ditutup di 2.562,1 poin, dan Komposit Nasdaq turun 19,15 poin atau 0,29 persen menjadi 6.605,07 poin.

Saham-saham telah mencatat serangkaian rekor tertinggi dalam beberapa pekan terakhir, dan Dow ditutup di atas 23.000 untuk pertama kalinya pada Rabu (18/10/2017).

Hari itu juga menandai ulang tahun ke-30 kejatuhan pasar saham “1987 Black Monday”. Sebagian besar pedagang melihat pengulangan kejatuhan tidak mungkin karena teknologi perdagangan modern dan perubahan lainnya.

Para investor juga mengambil keuntungan di sektor teknologi yang lebih luas, yang telah berjalan kuat sepanjang tahun ini, meningkat sekitar 30 persen dan membantu mendorong serangkaian rekor pasar baru-baru ini. Indeks teknologi turun 0,4 persen pada hari ini.

Membebani pasar di awal, juga beberapa berita mengecewakan dari laporan laba perusahaan-perusahaan.

United Airlines jatuh 12,1 persen, menekan saham-saham maskapai penerbangan lainnya, setelah laba maskapai penerbangan terbesar AS ketiga itu turun, karena pembatalan penerbangan saat musim topan. American Airlines turun 1,0 persen.

Saham eBay turun 1,8 persen sehari setelah melaporkan hasil keuangannya.

Sekitar 5,8 miliar saham berpindah tangan di bursa AS. Itu dibandingkan dengan rata-rata harian 5,9 miliar saham selama 20 hari perdagangan terakhir, menurut data Thomson Reuters.