LAMPUNG, MENARA62.COM — Tiga Medali emas dan 1 perunggu diraih perwakilan siswa SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta dalam perlombaan Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) tingkat nasional 2017. OlympicAD digelar di Provinsi Lampung pada Jumat hingga Sabtu 26-28 Oktober 2017.

Medali emas dan perunggu diperoleh dalam empat cabang lomba yang diikuti SMP Muhammadiyah PK Surakarta. Tiga emas diperoleh 1) Muchammad Ichwanurrafi dalam lomba olimpiade IPA kategori SMP/Mts tingkat nasional. 2) Aisyah Putri Khurin’in dalam lomba olimpiade Matematika kategori SMP/Mts tingkat nasional. 3) Muhammad Yusuf Vindra, Athief Khavier Putradi, Avina Zulfa, dan Muhammad Raffa Sayoga berhasil mendapatkan predikat juara pertama film indie junior dengan judul film “Izinkan Ku Bicara”.

Sedangkan perunggu diraih Nisrina Ulayya Safitri, Rayhan Ahmad Miftakur Rahman, dan Alifa Maharisa, dalam lomba Musabaqoh Fahmil Al Quran tingkat SMP/Mts.

 

Humas SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, Aryanto mengungkapkan, siswa-siswanya telah mengukir sejarah luar biasa dalam kancah kompetisi siswa tingkat nasional pada OlimpicAD di Bandar Lampung tahun 2017.

Alhamdulillah kami mengucap syukur kepada Allah SWT karena para siswa SMP Muhammadiyah PK Solo mampu menjuarai berbagai cabang dalam perlombaan olimpicAD tahun ini. Mereka antara lain dalam cabang lomba film indie junior, olimpiade matematika, dan olimpiade IPA, dan Musabaqoh Fahmil Al Quran,” ujarnya, Ahad (29/10/2017).

Aryanto menambahkan, sebenarnya sekolah mengirimkan 11 delegasi dalam 5 cabang lomba yang diikuti. Lomba Robotik tingkat SMP/Mts masih harus berjuang lagi pada ajang perlombaan OlimpicAD selanjutnya. Mereka adalah Muhammad Arsyad Rayhan Aziis dan Arifien Nur Hidayat.

 

Perwakilan siswa dari SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta tergabung dalam kontingen Jawa Tengah. Sebelumnya, para siswa ini sudah unjuk kebolehan meraih prestasi dalam ajang Olimpicad Pentasbora yang digelar di Kompleks Universitas Muhammadiyah (Unimus) Semarang pada 25-26 Agustus 2017 lalu.

Harapan dari sekolah dijelaskan Aryanto, prestasi yang diperoleh siswa tidaklah instan, tetapi mereka mengawali dari proses perjuangan menaklukan pesaing pada kompetisi sebelumnya di tingkat sekolah dan kota. Semoga dengan perolehan prestasi ini,mampu menjadi pemicu semangat dan motivasi para siswa yang lain.