MPM PP Muhammadiyah Gelar Program Tutup Bumi di NTT

TIMOR TENGAH SELATAN, MENARA62.COM -– Guna membantu masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), terutama di Pulau Timor, yang saat ini tengah mengalami persoalan kekeringan yang menyulitkan masyarakat, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah jalankan program Tutup Bumi di provinsi yang dikenal sebagai penghasil kayu cendana tersebut.

Ketua MPM PP Muhammadiyah, M Nurul Yamin mengatakan, program tersebut dilakukan di Desa Tliu, Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi NTT.
Yamin menjelaskan, gerakan tutup bumi yang dilakukan yaitu penghijauan dan reboisasi.

“Gerakan ini dipilih menjadi strategi jangka menengah dalam menyelesaikan persoalan kekeringan, mengingat salah satu penyebab minimnya air tanah adalah karena tak banyak vegetasi di kawasan itu,” ujar Yamin pada Senin (6/11/2017).

Dilanjutkan Yamin, program reboisasi tersebut dilakukan dengan menanam beberapa jenis tanaman seperti pohon trembesi, pohon beringin, mahoni dan pohon mangga.
“Tanaman itu dipilih karena dinilai optimal dalam menyediakan air tanah yang tidak terlalu dalam,” terang Yamin.

Tak hanya itu program pemberdayaan masyarakat di NTT yang dilakukan MPM PP Muhammadiyah lebih masif. “Tak hanya mengembangkan program pemberdayaan yang meliputi gerakan tutup bumi dengan menanam pohon, namun juga dengan pengeboran sumur, pembuatan penampungan air hujan, pertanian lahan kering serta memberi pendidikan melalui pendirian sekolah dasar,” jelas Yamin.

Sekedar diketahui, saat ini, sumur air tanah di kawasan yang terletak sekitar 200 kilo meter (km) ke arah timur dari Kota Kupang itu harus melalui proses pengeboran hingga kedalaman 200 meter untuk mendapatkan air.

Sehingga saat kemarau, sumur dalam itupun tak memiliki air. Masyarakat di daerah tersebut yang mayoritas masyarakat asli Timor pun tak jarang harus berjalan kaki mencari air bersih di sumber mata air yang jaraknya sekitar tujuh kilometer.