UNESCO Akui Tiga Warisan Dokumenter Indonesia Sebagai MoW

JAKARTA, MENARA62.COM – Tiga warisan dokumenter Indonesia kembali ditetapkan sebagai Ingatan Dunia (Memory of the World) atau MoW dari UNESCO. Ketiga warisan dokumenter tersebut adalah Arsip Candi Borobudur, Tsunami Samudera Hindia dan Cerita Panji.

Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Prof. Arief Rahman mengatakan awalnya Indonesia mengajukan 4 warisan dokumenter. Tetapi tahun ini UNESCO hanya mengabulkan 3 warisan dokumenter.

“Arsip Gerakan Non Blok yang kita miliki sangat lengkap tetapi hanya tiga yang diakui untuk sementara ini,” kata Arief.

Diakui pengajuan warisan budaya dalam daftar MoW UNESCO sangat penting dan strategis. Sebab Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan budaya termasuk cerita-cerita rakyat.

Warisan dokumenter ini harus dijaga kelestariannya dengan cara- cara yang bijak dan metode yang tepat. Dan untuk menjaga kelestariannya membutuhkan dukungan politik dan komitmen kuat dari semua pihak.

Menurut Arief Indonesia sangat berkepentingan dengan program UNESCO ini. Sebab program UNESCO yang peduli akan ingatan kolektif manusia berupa warisan dokumenter yang dapat menjadi bukti kejadian penting dalam sejarah umat manusia.

Sepanjang ajtivitasnya selama lebih dari 10 tahun, Komite MoW Indonesia yang dikoordinir LIPI berhasil mengantar beberapa warisan dokumenter Indonesia untuk diakui secara internasional sebagai ingatan dunia. Antara lain naskah La Galigo (2011), naskah Nagarakretagama (2013), naskah Babad Diponegoro (2013), dan arsip Konferensi Asia Afrika.

Arsip konservasi Borobudur digagas oleh Balai Konservasi Borobudur dibawah Kemendikbud. Sedang arsip tsunami Samudera Hindia diusulkan Arsip Nasional Republik Indonesia secara joint nomination bersama Sri Lanka.

Dan cerita Panji diusulkan oleh Perpustakaan Nasional. Cerita ini berasal dari abad 13 dan menandai perkembangan sastra Jawa tanpa dibayangi oleh epos India Ramayana dan Mahabharata yang sangat terkenal.