Mau Sunat? Yuk Kenali Metodenya

ilustrasi

JAKARTA, MENARA62.COM– Libur sekolah mau sunat? Yuk kenali metode sunat atau dalam bahasa medisnya disebut sirkumsisi supaya kita bisa memilih metode yang tepat untuk anak-anak.

Dr Irfan Wahyudi, Konsultan Urologi Rumah Sakit Siloam Asri, Duren Tiga Jakarta Selatan menyebutkan saat ini ada banyak metode sunat yang bisa digunakan. Mulai dari metode konvensional hingga metode yang tergolong modern.

Pertama, adalah metode konvensional atau dorsal slit. Metode itu hanya membutuhkan instrumen bedah dasar. Tindakannya tergolong sederhana dengan risiko cidera pada saluran kencing yang jauh lebih kecil. Metode ini bisa dilakukan di semua usia dan dibanyak pelayanan kesehatan.

Kedua adalah metode plastibell. Metode sirkumsisi ini membutuhkan alat khusus dan ukuran harus disesuaikan. Sebaiknya jika memilih metode ini, lakukan di pelayanan kesehatan yang memang sudah biasa dan teratur melakukannya. Selain itu amat disarankan pasien kontrol kembali.

Lalu ada metode gomco clamp. Metode ini membutuhkan alat khusus dan ukurannya harus disesuaikan dengan alat vital pasien. Perakitan harus dilakukan dengan benar untuk menghindari komplikasi

Metode Mogen clamp, terhitung sederhana, satu ukuran, tidak selalu membutuhkan dorsal slit. Hanya saja risiko amputasi glans penis lebih tinggi.

Kemudian metode sunat menggunakan laser. Metode ini harus dilakukan di fasilitas kesehatan dengan alat yang terstandar dan dilakukan oleh dokter yang ahli.

Sunat laser diakui Irfan pada praktinya tidak menggunakan sinar laser, tetapi menggunakan elektrokauter.Prosesnya menggunakan arus DC/AC melalui elektroda metal wire. Sangat berisiko jika tidak dilakukan di fasilitas kesehatan.

“Harus menggunakan alat terstandar dan dilakukan dokter ahli. Karena kalau salah penanganan bisa merusak jaringan penis,” lanjut Irfan.

Beberapa risiko yang mungkin timbul dengan metode laser ini antara lain perdarahan, infeksi, kulit kulup yang diambil tidak adekuat, kulit kulup yang diambil terlalu banyak dan cedera di glans penis.

Apapun metode yang digunakan, Irfan menyarankan orangtua tetap harus memahami risiko masing-masing metode, sehingga bisa memilih metode yang tepat.

Irfan juga mengingatkan tentang perlunya perawatan setelah sirkumsisi. Hubungi dokter jika merasa nyeri, mengalami demam, tidak mau menyusui pada sirkumsisi bayi, glans atau luka berubah warna, terdapat celah diantara luka, terjadi pembengkakan atau perdarahan dan sulit buang air kencing.

Sunat itu sendiri dilakukan oleh sebagian anak laki-laki muslim. Namun ada juga orang non muslim yang melakukan sunat dengan alasan kesehatan.