SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta Edutrip ke Singapura

SURAKARTA, MENARA62.COM –Lima puluh sembilan siswa SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta mengikuti kegiatan edutrip ke Singapura pada Selasa (27/2/2018) hingga Jumat (2/3/2018). Edutrip dilakukan di Singapura karena negara tersebut saat ini merupakan negara maju di kawasan Asia Tenggara.

Humas SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, Aryanto Sabtu (3/3/2018) menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman internasional dan edukasi terhadap nilai-nilai kemajuan serta kearifan budaya global kepada para siswa. Sedangkan Singapura dipilih karena negara tersebut maju dalam bidang industri, jasa, dan perdagangan yang ditopang dengan sumber daya manusia yang unggul.

“Edutrip kali ini khusus di Singapura karena kita bisa mempelajari banyak kemajuan-kemajuan, inovasi, kreativitas, kedisiplinan, kebersihan, dan ketertiban di negara tersebut. Di sana para siswa mengunjungi industri pengolahan air yakni Industri New Water, Merlion Park, Garden By The Bay, River Safari, Night Safari, Universal Studio, dan Wings of Time” ungkap Aryanto.

Para siswa memulai perjalanan pada pukul 02.00 WIB dari sekolah, kemudian mereka terbang melalui Bandara Adi Sujtipto Yogyakarta pukul 07.25 WIB, dan tiba di Bandara Changi Singapura pukul 10.35 waktu setempat.

Hari pertama, para siswa melakukan kunjungan di Industri New Water. Di sana mereka mempelajari bagaimana kreativitas dan inovasi pemerintahan Singapura dalam hal air. Para siswa belajar proses pengolahan air bekas pemakaian hingga menjadi air bersih yang siap minum dengan teknologi membran canggih dan ultraviolet. Air yang dihasilkan pun kembali murni dan siap diminum. Kemudian, para siswa singgah di Merlion Park, ikon Singapura. Mereka juga mempelajari bahwa Merlion Park merupakan simbol sejarah berdirinya Singapura.

Pada hari kedua, para siswa berkunjung ke Garden By The Bay. Di sana mereka belajar tentang sebuah taman yang dibangun dalam kawasan reklamasi dengan desain yang artistik dan eksotis. Taman yang luasnya kurang lebih 100 hektar tersebut ditumbuhi berbagai ragam jenis tanaman dan bunga warna-warni yang menyejukkan. Kemudian para siswa menuju kawasan Bugis Street Shopping untuk berbelanja. Namun, sebelumnya mereka naik MRT dari Stasiun Promenade menuju stasiun Braz Basa. Mereka membeli tiket seharga 1,50 dollar di mesin tiket. Setelah dapat tiket, mereka pun masuk ke kereta. Perjalanan pun nyaman dan cepat.

Perjalanan kunjungan berikutnya adalah belajar tentang keragaman kehidupan binatang di River Safari dan Night Safari. Mereka belajar tentang ragam suaka marga satwa. Terdapat panda raksasa, Kai Kai dan Jia Jia di Giant Panda. Ada pula panda merah yang menggemaskan dengan bulu berwana coklat kemerahan. Tidak kalah pula, sensasi yang dirasakan para siswa ketika naik kereta menyusuri jalan di tengah hutan dalam kawasan Night Safari. Mereka melihat beragam perilaku spesies binatang waktu malam hari bahkan hampir tidak ada penghalang. Ada tapir, badak, singa, serigala, hyena, dan beruang serta beragam hewan lain.

Pada hari ketiga, para siswa menikmati keragaman wahana permainan di Universal Studio Singapura dan Wings of Time. Selain bermain, para siswa juga bisa belajar tentang kreativitas dan nilai artistik yang dikelola dengan teknologi yang canggih sehingga menarik perhatian wisatawan. Hal tersebut seperti wahana permainan di Transformer 6 dimensi, Mumy of Adventure, The Madagaskar, Jurassic Park, World the Water, dan lain-lain.

Pertunjukan Wings of Time juga penuh dengan pelajaran. Paduan kreativitas teknologi lighting, musik, cerita, dan air mancur serta cerita begitu memukau penonton.
Harapan setelah para siswa mengikuti kegiatan tersebut adalah siswa bisa menyerap nilai-nilai positif seperti kemajuan, kecanggihan, ketertiban, kebersihan, keindahan, kreativitas, dan kedisiplinan untuk diterapkan dalam pengembangan diri ke depan.

“Harapan melalui kegiatan ini adalah para siswa dapat tambah disiplin, tertib, berjiwa inovasi, serta tambah wawasan tentang kemajuan inovasi di Singapura,” tandas Aryanto.