JAKARTA, MENARA62.COM — Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan Sekolah Pendidikan Karakter Berbasis TIK SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta, Jawa Tengah, didapuk sebagai pembaca doa dalam Pembukaan workshop fasilitasi sarana kesenian di satuan pendidikan tahun 2018 Direktorat Kesenian di Jakarta.

Dalam doanya, Jatmiko berharap seni tradisional tetap bertahan. Seni ini, salah satu unsur budaya yang makin hari makin memprihatinkan kelestariannya dan terancam punah. Dalam doa yang dibacakannya, ia lantas mendoakan agar pelestarian seni budaya menjadi tanggung jawab semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat.

“Ya Allah ya rahman ya rahiim, jadikanlah acara yang kami laksanakan ini, sebagai acara yang engkau ridhai, yang membawa barokah, rahmat, taufiq, dan hidayahMu, Ya Allah yang Maha Mulia, jadikanlah acara ini, sebagai acara yang bermanfaat dalam upaya pelestarian budaya dan penumbuhan karakter anak bangsa yang berkemajuan dan berkeadaban,” ujar Jatmiko, di Jakarta, Rabu (7/3/2018).

Jatmiko juga menyampaikan, di jaman globalisasi, kemerosotan akhlaqul karimah semakin deras. “Ya Allah, yang maha Aziz… kami ini adalah makhluk yang lemah tak berdaya, dihadapan kami terbentang amanah yang amat berat, jadikanlah nilai kemulyaan disisMu, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa serta meningkatkan sumber daya manusia, maka melalui sifatMu yang maha Aziz, kami mohon berilah kekuatan lahir dan batin, serta karuniailah kami dengan taufiq dan hidayahMu, agar kami dapat melaksanakan serta meningkatkan mutu pendidikan bagi penererus kami uang muaranya unggul dalam prestasi dilandasi akhlaqul karimah dan berjiwa pancasilais,” lanjut Wakil Ketua al Islam Kemuhammadiyahan ini.

Pada dasarnya, seni tradisional membentuk kebudayaan daerah. Faktanya, seni tradisional dipergunakan oleh masyarakat setempat untuk mendukung aspek-aspek peri kehidupan dan ruh kebudayaannya, generasi zaman now perlu berupaya maksimal, optimal, terarah dan terukur serta berkesinambungan untuk melestarikan seni tradisional.