Codename: Mindvoke, Developer Game Lokal Pertama di Indonesia

Para developer game Codename: Mindvoke

JAKARTA, MENARA62.COM – Pertumbuhan game virtual reality (VR) di Indonesia berkembang pesat. Karena itu, Shinta VR, sebuah perusahaan rintisan dibidang game virtual mempersembahkan kompetisi Codename: Mindvoke. Ini adalah kompetisi e-sport multiplayer dengan teknologi VR pertama di Indonesia.

“Codename: Mindvoke Competition merupakan wadah yang ingin kita kembangkan untuk terus meningkatkan minat orang-orang dalam permainan virtual reality,” papar Co-Founder Shinta VR, Akira Sou, Sabtu (07/04/2018).

Diakui tren industri game di awal tahun ini memang terlihat sedang menuju puncaknya. Mulai dari semakin diminatinya VR hingga banyaknya perkumpulan game developer dan game player di Asosiasi Game Indonesia yang saat ini telah menjaring lebih dari 150 anggota resmi.

Dalam sebuah survei dari AppAnnie dan Newzoo menyatakan bahwa Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), Mixed Reality (MR) dan eSports adalah masa depan industri game. Pendapatan industri dari sektor tersebut diperkirakan akan meningkat berkali-kali lipat hingga 2020 mendatang.

Karena itu, lanjut Akira, bukan suatu hal yang mustahil jika VR game pun akan menjadi tren game di Indonesia maupun di dunia dalam beberapa tahun kedepan.

“Kami bangga bisa menjadi pengembang permainan VR yang menghasilkan game multiplayer pertama di Indonesia. Kedepannya kami sangat optimis untuk terus mengembangkan Codename: Mindvoke agar lebih dapat dimainkan oleh gamers secara lebih luas. Terutama untuk bisa menjadikan game kami ini go internasional,” jelasnya.

Para pendiri Shinta VR

Codename: Mindvoke adalah sebuah game VR yang memilikibanyak keunikan. Para developer game Shinta VR berhasil menciptakan game lokal yang akan membuat pemainnya merasakan sensasi masuk kedalam surreal world, sebuah tempat yang diciptakan untuk para pemain menikmati pertarungan yang unik dan fantastik dalam game tersebut.

Adapun cara permainan game ini adalah 2 tim yang bermain akan bertanding dalam dunia surreal, untuk berlomba menumbangkan tim lawan. Hal yang asyik dalam memainkan Game FPS satu ini, pemain dibekali dengan 3 main weapon, yang digerakkan sesuai dengan fungsinya. Misalnya, jika mendapatkan busur dan panah, pemain akan membidik dan menembak layaknya atlit panahan profesional. Codename: Mindvoke juga dibekali dengan signature move seperti teleportasi dan terbang melesat ke udara.

Codename: Mindvoke Competition itu sendiri dibuka pendaftarannya sejak 3 April 2017. Babak penyisihan yang telah dimulai sejak 6 April 2018 di What’s Up Café, Kebon Jeruk – Jakarta Barat.

Andes Rizky, Co-Founder Shinta VR, mengatakan Shinta VR memiliki visi untuk bisa menjadi developer game lokal, yang bisa menembus pasar internasional.

“Indonesia dipenuhi anak-anak muda yang kreatif, mereka mampu untuk bersaing dan tidak kalah dengan warga negara lain. Dengan tingginya penetrasi pasar dalam industri game virtual,  Shinta VR akan terus berkomitmen untuk melakukan inovasi, agar game kami Codename: Mindvoke bisa terus berkembang dan menjadi game virtual pertama di Indonesia yang menembus pasar international,” paparnya.

Codename: Mindvoke Competition,lanjut Andes tidak hanya menjadi perlombaan pertama yang diselenggarakan oleh Shinta VR, namun sekaligus menjadi langkah pertama bagi Shinta VR untuk terus mengembangkan Codename: Mindvoke ke arah yang semakin positif.

Dalam jangka panjang, Shinta VR akan berkolaborasi dengan beberapa kegiatan, diantaranya adalah dengan Game Prime Event di bulan Juni, 2018, kemudian menggandeng UltimoHombre, yang rencananya akan menjadi liga e-sport dari Inggris pertama hadir di Indonesia. Serta, bergabung dalam Habibie Festival, yang merupakan kegiatan showcase teknologi dari Berkaya Indonesia di bulan November 2018.

Sementara itu, Chief Technology Officer Shinta VR, Andrew Steven Puika, berjanji akan terus mengembangkan Codename: Mindvoke agar menjadi konten game VR yang bukan hanya seru, tetapi juga memberikan pengalaman yang beda sehingga bisa bersaing dengan berbagai konten game lain di Indonesia hingga pasar internasional.