air terjun di Lahat

Di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, terdapat sejumlah air terjun yang baru terungkap ke publik. Selama ini, keberadaan air terjun tersebut hanya diketahui oleh masyarakat di sekitar air terjun itu. Untuk memperkenalkan keberadaan air terjun inilah, Panoramic of Lahat, sebuah komunitas masyarakat yang ingin memperkenalkan tempat wisata air terjun yang baru ditemukan tersebut.

Keindahan alam kabupaten Lahat tak pernah habis untuk dieksplorasi dan disebarluaskan. Dengan tujuan inilah, tim tim Panoramic of Lahat yang punya kepedulian pada pariwisata di dan kebudayaan di kabupaten ini, mulai melakukan survei potensi pariwisata di Tanjung Sakti Pumi, Kabupaten Lahat. Survei pertama dilakukan pada hari Senin (16/4/2018).

Tim Panoramic of Lahat
Tim Panoramic of Lahat berpose di depan Air Terjun Jari Seribu

Tim  yang berangkat terdiri dari Ketua Mario Andramartik, sekretaris Yudha dan delapan orang anggota. Mereka dari Kota Lahat, berangkat menuju desa Sindang Panjang. Di sini, terdapat sebuah air terjun yang baru saja diungkap ke publik sembilan hari lalu. Air terjun itu, tepatnya berada di desa Sindang Panjang, kecamatan Tanjung Sakti Pumi.

Mario Andramartik menjelaskan, air terjun yang baru diungkap itu, terletak sekitar 99 km dari kota Lahat, atau sekitar dua jam perjalanan dengan kendaraan bermotor. Untuk menuju ke air terjun, sebelum desa Sindang Panjang sudah terlihat sebuah tulisan berwarna hitam, bertuliskan air terjun Jari Seribu. Tulisan itu dibuat dengan tulisan tangan menggunakan spidol di atas triplek tipis.

“Di tepi jalan ini kita parkir kendaraan yang di jaga pemuda setempat yang tergabung di karang taruna,” ujarnya.

Dari lokasi kendaraan terparkir, tim berjalan sekitar 30 meter, dan harus menyeberang sungai kecil menggunakan jembatan bambu. Jembatan bambu itu diletakkan di atas ban mobil bekas. Di jembatan ini, maksimal hanya boleh dilintasi oleh lima orang pada saat bersamaan. Setelah melewati jembatan ini, tim kemudian berjalan menyusuri pematang sawah, yang diujungnya terdapat kebun kopi. Kebun kopi ini pun harus dilewati dulu, sebelum mencapai lokasi air terjun.  Total perjalanan sekitar 250 meter.

“Perjalanan yang mungkin bagi sebagian orang cukup melelahkan ini, akan terbayar dengan melihat pemandangan yang sangat menakjubkan,” ujar Mario.

Yudha menjelaskan, air terjun itu memiliki air yang ama jernih. Air itu, melintai tanaman cacar air berwarna hijau, kemudian airnya jatuh bertingkat membentuk uraian air bak seribu jari. Ketinggian air terjun sekitar 50 meter, membuat pesona tersendiri.

Walau keberadaan air terjun ini baru terungkap ke publik, namun sudah menyedot banyak pengunjung. Apa akhir pekan lalu, tak kurang 200 pengunjung menikmati keindahan Air Terjun Jari Seribu.

Selain Air Terjun Jari Seribut, di desa ini masih ada empat air terjun lagi. Hal ini disampaikan Dores, salah satu pemuda karang taruna setempat. Ia berharap, semoga potensi wisata ini dapat dikembangkan menjadi obyek wisata. “Apalagi, lokasi keberadaan air terjun ini amat strategis. Tak jauh dari jalan lintas Pagaralam – Tanjung Sakti,” ujarnya.