FORHIB Minta Pemda Indramayu Perhatikan Nasib Guru Honorer

Sejumlah perwakilan pegawai honorer temui Ketua DPRD Indramayu (ist)

INDRAMAYU, MENARA62.COM–  Sejumlah guru honorer yang tergabung dalam Forum Honorer Indramayu Barat (FORHIB) temui Ketua DPRD Kab. Indramayu, H. Taufik Hidayat, SH, MSi, Senin (16/4). Kedatangan mereka untuk menyampaikan keluh kesah dan aspirasi pegawai honorer di wilayah barat antara lain wilayah Kecamatan Anjatan, Patrol, Haurgeulis, Sukra, Gantar, Bongas, Kroya, Gabus Wetan dan Kandanghaur.

Audensi bertempat di ruang ketua DPRD Indramayu, Jawa Barat. Dalam penjelasannya, Endang Rojukin S.Pd, perwakilan FORHIB mengungkapkan bahwa upaya guru mendidik, membimbing, mengajar dan melatih anak didik bukanlah hal yang mudah dan gampang. Pekerjaan ini membutuhkan keseriusan, pengalaman serta profesionalisme dalam mengorganisasikan pembelajaran sehingga mampu menjadi materi pelajaran yang dapat dipahami anak didik dengan baik.

Guru mempunyai tugas yang kompleks dan sangat berat karena membawa misi pembelajaran, pencerdasan dan pembaharuan serta mempunyai peran sangat strategis dalam pembangunan bangsa.

“Kedatangan kami untuk meminta bantuan DPRD Indramayu agar Pemerintah Daerah memperhatian nasib pegawai honorer,” ungkap Endang.

Menanggapai hal tersebut, Ketua DPRD Indramayu, H. Taufik Hidayat, SH, MSi, mengatakan pihaknya akan memperjuangkan aspirasi yang disampaikan baik kepada Bupati maupun instansi yang berwenang.

“Kami menilai guru honor dan guru PNS sama-sama berjasa untuk mendidik anak bangsa, mengingat betapa pentingnya tugas dan konstribusi guru honorer dalam kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara,” katanya.

Berubahnya sistem pendidikan dan lahirnya sejumlah peraturan pemerintah serta undang-undang dibidang pendidikan, belum mampu menyentuh dan memperbaiki profesi dan penghidupan guru honorer agar dapat hidup lebih baik dan sejahtera. Padahal seiring tuntutan jaman, guru honorer harus profesional, dengan sejumlah tugas dan tanggung jawab yang berat.

“Mereka harus melaksanakan tugas pengajaran  ditengah merosotnya moral dan rendahnya kualitas pendidikan di negri ini,” tandasnya.