Asensio saat mencetak gol untuk Real Madrid dalam pertandingan leg pertama semifinal Liga Champions melawan Bayern Munchen di Stadion Arena, Munich, Kamis dinihari WIB (26/4/2018). Real menang 2-1 atas Bayern dalam pertandingan ini. (uefa.com)

JAKARTA, MENARA62.COM — Real Madrid memang jagoan, di kandang Munchen, ia berhasil unjuk gigi. Bisa dibayangkan betapa Real Madrid pulang kampung dengan penuh kebanggaan. Mereka membawa oleh-oleh kemenangan 2-1 dari tuan rumah Bayern Munchen, dalam pertandingan semifinal leg pertama, Liga Champions di Stadion Arena, Munich, Jerman, Kamis (26/4/2018) dinihari.

Meski tuan rumah menjamu tamu dengan permainan yang cukup apik sejak awal pertandingan, namun mereka harus mengakui kepiawaian tim Real Madrid. Munchen, memang cukup rajin mendobrak pertahanan Real Madrid. Bahkan, anak-anak asuh Zinedine Zidane begitu kesulitan menerobos benteng pertahanan tim raksasa Jerman itu, yang dijaga dengan disiplin tinggi.

Namun, ketika sibuk mengatur serangan untuk mencari kelemahan pertahanan Munchen, Real Madrid justru dikejutkan dengan serangan balik cepat Munchen, yang berakhir dengan gol cepat oleh Joshua Kimmich pada menit 28. Umpan James Rodriguez diselesaikan dengan baik oleh Kimmich lewat tendangan keras yang tidak mampu dibendung kiper Real Madrid, Jesus Navaz.

Tertinggal satu gol, ternyata justru memicu para pemain Real Madrid lebih rajin menyerang dan sedikit meningkatkan tempo permainan mereka. Mereka bak tersengat kumbang, berlarian dengan cepat dan lebih rajin mengejar serta membawa bola. Namun, mereka seperti menabrak panser yang punya ketebalan kulit pertahanan.

Namun, baja pun tetap bisa ditembus oleh mata bor. Setelah beberapa kali percobaan tembakan lewat Ronaldo dan Carvajal gagal menembus gawang Munchen, pada menit 44, Marcelo mampu memanfaatkan kelengahan barisan belakang Munchen. Lewat tendangan keras dan terukur dari bola umpan Carvajal, Marcelo mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Kedudukan sama kuat pun berakhir hingga babak pertama usai. Memasuki babak kedua, permainan Real Madrid tampak berbeda dari babak pertama. Mereka tampil lebih agresif. Bak pesilat seribu bayangan yang bergerak cepat, mereka pun menyenag dari berbagai arah.  Real Madrid pun harus menguras semua jurus simpanannya. Serangan yang beruntun dilancarkan Ronaldo, kemudian Benzema yang masuk setelah Carvajal keluar, juga belum membuahkan hasil.

Bahkan serangan balik Real Madrid yang diselesaikan dengan baik oleh Ronaldo pun, golnya di anulir wasit. Ronaldo dinyatakan handball saat mengontrol bola sebelum melesakkan bola tendangan kerasnya ke gawang Munchen. Padahal, tenaga dalam yang diemposkan dalam tendangan itu sudah mencapai 80 persen. Artinya, banyak tenaga yang terkuras, namun hasilnya dinyatakan tidak sah.

Setelah hampir semua jurus simpanan dikeluarkan, menjelang jurus pamungkas, pada menit 57, Marco Asensio mampu menggetarkan jaring lawan. Keunggulan Real Madrid menjadi 2-1, setelah umpan Lucas Marquez dapat diselesaikannya dengan baik. Pemain yang masuk menggantikan Isco pada akhir babak pertama ini, mampu membalikkan keadaan untuk membuat Real unggul. Merekapun, mulai bisa bernafas lega, meski tetap harus mengeluarkan jurus pertahanan diri, dengan sesekali menyerang. Pasalnya, panser Munchen melakukan serangan dengan jurus dewa mabok. Serangannya beruntun, dan hampir tidak memberi jeda untuk istirahat sekedar menarik nafas.

Namun, pertahanan Madrid sudah mencapai puncaknya. Pertahannya tetap berdiri, meski dengan susah payah. Bahkan, keretakan pertahanan di depan gawang, nyaris menjebol gawang Madrid.  Tapi, keunggulan tetap ditangan Madrid.

Dengan keunggulan 2-1, Real Madrid mungkin punya peluang lebih besar untuk lolos, meskipun pada leg kedua nanti di Madrid, Spanyol, segala kemungkinan masih bisa terjadi. Karena, diatas gunung, masih ada gunung. Namun, tentu mereka akan mempertinggi ilmu kanuragannya. Tapi setidaknya beban yang dipikul Madrid, tidak seberat Munchen, yang akan menghadapi pertarungan lebih berat pada leg kedua.

Susunan pemain

Munchen

26 Ulreich Ulreich (GK), 5 Hummels, 7 Ribéry, 8 Javi Martínez, 9 Lewandowski, 10 Robben Arjen Robben, 11 James Rodríguez, 13 Rafinha, 17 Boateng, Jérôme Boateng, 25 Müller, 32 Kimmich.

Cadangan: 2 Wagner, 4 Süle, Niklas Süle, 6 Thiago Alcántara, 14 Bernat, 19 Rudy, 22 Starke (GK), 24 Tolisso.

Pelatih: Jupp Heynckes

Real Madrid

Navas (GK), Carvajal, Ramos (C), Varane, Ronaldo, Kroos, Modri, Marcelo, Casemiro, Lucas Vázquez, Isco.

Cadangan: Casilla (GK), Vallejo, Benzema, Bale, Theo Hernández, Asensio, Kovai.

Pelatih: Zinédine Zidane.