Peluncuran Buku Gizi Anak dan Remaja

DEPOK, MENARA62.COM — Dr Sandra Fikawati, dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia mengatakan, selama ini buku gizi yang ada, membahas gizi mulai dari gizi bayi, terutama 1000 Hari Pertama Kehidupan.

“Kami ingin membahas mengenai isu gizi selain 1000 HPK, karena periode 0-2 tahun ini pendek sekali.  Padahal pola pertumbuhan anak berlangsung sampai usia remaja hingga 18 tahun. Hal ini semoga menjadi pemikiran dan intervensi di usia selanjutnya. Banyak yang bisa dilakukan untuk mengejar ketertinggalan yang dianggap tidak bisa. Jadi peluang itu masih ada dan ini dijelaskan di dalam buku ini,” ujar Sandra Fikawati pada acara peluncuran Buku Gizi Anak dan Remaja dalam acara seminar sehari, Opportunities Beyond 1000 Days, Senin (7/5/2018).

Acara peluncuran buku tersebut berlangsung di auditorium Rumpun Ilmu Kesehatan UI, Depok. Sandra menulis buku ini bersama Ahmad Syafiq PhD, dan Arinda Veratamala SGz.

Buku itu lebih fokus  membahas mengenai gizi anak balita, usia anak sekolah, dan usia remaja. Untuk gizi usia anak,  masalah yang dibahas antara lain tentang pengaturan berat badan anak termasuk isu masalah kelebihan berat badan dan obesitas, termasuk stunting. Masalah gizi remaja membahas secara keseluruhan, termasuk masa pubertas serta aspek khusus seperti masalah anemia, kebutuhan kalsium, perilaku makan menyimpang, konsumsi susu, dan aktivitas fisik.

“Buku ini membahas secara komprehensif dengan jelas dan lengkap serta menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh umum. Buku ini bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat umum. Kita juga bekerja sama dengan Ikatan Bidan Indonesia untuk menyampaikan materi gizi. Kehadiran buku ini juga menjadi solusi bagi keterbatasan pustaka berbahasa Indonesia. Hal penting lainnya, membantu meningkatkan pengetahuan pentingnya gizi setelah 1000 HPK,” ujar Fika.