Suhu Diatas 40 Derajat Celcius, Jemaah Haji Diimbau Waspada Heatstroke

Petugas kesehatan sedang memasang alat pelindung diri kepada jemaah haji. (ist/sehatnegeriku)

JAKARTA – Sekretaris Ditjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI dr. Kuwat Hudoyo menghimbau jemaah haji waspada terhadap heatstroke karena cuaca di Arab Saudi saat ini diatas 40 derajat celcius.

“Tim Kesehatan Haji Indonesia dibantu oleh tim promotif preventif (TPP) yang sudah ada, untuk menjaga jemaah agar tidak terkena  heatstroke,” kata Kuwat, seperti dikutip dari laman sehatnegeriku, Rabu (18/7).

Untuk mencegah terjadinya heatstoroke, jemaah diminta hindari kena terik matahari secara langsung; banyak minum air putih; jangan memaksakan diri untuk melakukan kegiatan di luar tempat tinggal karena begitu panas.

Selain itu, calon jemaah haji juga diimbau agar hati-hati terhadap penularan MERS-CoV untuk tidak dekat-dekat dengan unta.

“TKHI harus memantau jangan ada yang selfie dengan unta, karena kita masih cukup harus waspada. Saya harap datang 392 dan pulang 392 juga, sehat. Dan Insya Allah ibadah hajinya mabrur,” tambah Kuwat.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusuf Singka dalam kesempatan terpisah mengatakan bahwa kondisi jemaah tahun ini lebih baik.

“Hasil pantauan kami dari beberapa kloter yang telah berangkat kondisi kesehatan jemaah haji lebih baik jika dibandingkan pada tahun yang lalu. Jemaah tampak lebih sehat dan bugar. Mereka lebih awal dilakukan pembinaan di kabupaten kota,” tegasnya.

Eka menambahkan, di Bandara Madinah dan Jeddah juga di siapkan Tim PPIH bidang kesehatan Bandara.

“Tim PPIH ini selalu siap melayani jemaah saat tiba di Bandara dan saat kepulangan nanti,” ujar Eka.

Peran TKHI

Andri, perawat yang bertugas sebagai TKHI pada kloter pertama embarkasi Padang ini, yang mendampingi jemaah mengaku telah memberi pengarahan kepada jemaah.

“Kami arahkan dulu sebelum dia berangkat. Kami minta streching (senam peregangan) di tempat. Sering minum karena waktu di pesawat dingin, kita tidak merasakan haus, tapi tahu-tahunya kita dehidrasi,” kata Andri.

Untuk mengantisipasi masalah kesehatan, TKHI telah meminta calon jemaah haji untuk membawa obat yang sesuai dengan kebutuhannya selama di Tanah Suci.