Direktur Kesenian Ditjend Kebudayaan Kunjungi SD Muhammadiyah 1 Ketelan

Direktur kesenian bercengkerama bersama ibu kepala sekolah dan wakilnya

SOLO, MENARA62.COM — Direktur Kesenian Ditjend Kebudayaan Kunjungi SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Surakarta, Jawa Tengah. Sekolah Pendidikan Karakter Berbasis TIK dan Budaya ini, dikunjungi Dr Restu Gunawan MHum, Direktur Kesenian Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, sebelum soft opening Internasional Gamelan Festival (IGF) Kamis (9/8/2018) sore.

Gamelan SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta berada di zona 1 lokasi titik nomor 1. Masing-masing kelompok gamelan bersahutan memainkan musik gamelan di sepanjang jalan Slamet Riyadi, mulai dari Plasa Sriwedari hingga Gladak.

“Kunjungan Bapak Restu Gunawan berlangsung hanya sekitar 1 Jam, namun membawa dampak positif bagi sekolah,” kata Jatmiko, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas.

E-money

Tamu istimewa yang datang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu tersebut, oleh kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan Sri Sayekti SPd MPd, diajak berkeliling sekolah. Mereka berkeliling mulai dari kelas satu. Pada kesempatan itu, Sri Sayekti juga memperkenalkan tata cara budaya antri saat mengambil santap siang dan penggunan e-Money.

Keberadaan E-money di SD Muhammadiyah 1 Ketelah ini, sebagai langkah untuk memperkenalkan siswa pada kemajuan teknologi yang semakin berkembang di era modern. Tuntutan dari program sekolah berkaitan dengan kantin sehat dan literasi teknologi. Siswa dianjurkan bisa merealisasikan teknologi melalui penggunaan e-money.

“Sistem e-money ini mempermudah pengelola dalam lapoan, tenaga, dan waktu karena lebih cepat,” kata Sri Sayekti.

Menurutnya, Setiap kartu E-Money sudah terdapat identitas siswa secara lengkap dan detail mulai dari nomor NIS, Nama, Alamat, Nomor Telephon, Nama orang tua, dll. E-money dapat diisikan (deposit) di BUMS dengan walisiswa dengan batasan maksimal tidak terbatas sesuai kemampuan walisiswa. Untuk batas minimal pengisian 500 rupiah dikarenakan semua jenis belanja berkelipatan 500 rupiah.

“Jadi, untuk pengisian E-Money dapat dilakukan di hari-hari tertentu jadi orang tua bisa menjadwalkan, untuk mengetahui jajan, saldo anak dapat dilakukan Via SMS dari rumah. Jadi orang tua bisa mengakses dari rumah,” tuturnya

Direktur Kesenian Restu Gunawan saat di mini market milik sekolah.

Sementara itu, salah satu Pengurus Badan Usaha Milik Sekolah Winursito mengatakan, semua aktivitas e-money bisa diketahui orang tua secara terperinci, dari jajan apa saja, uangnya dibelanjakan untuk apa saja, dan kapan waktunya. Semua siswa, mulai dari anak kelas satu sampai kelas enam sudah menggunakan e-Money. E-money memberikan dampak positif bagi anak, terutama terkait jajan makanan yang sehat. Mereka tidak bisa jajan di luar lingkungan sekolah. Anak sebelum jajan bisa cek saldo di tempat yang disediakan di beberapa titik.

“Pada intinya kami dari pengelola, sangat senang dengan kunjungan ini, karena bisa mempromosikan sekolah kita ke nasional, walaupun masih banyak kekurangan di sana-sini. Kita selalu berusaha yang terbaik buat memajukan sekolah, kualitas pendidikan, kualitas kesehatan anak, dan selalu terdepan dan selangkah lebih maju dibidang teknologi,” katanya.