Hadapi Abad 21, Guru Jangan Lengah

Dirjen GTK Supriano berfoto bersama perwakilan guru dari berbagai daerah

JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kembali melakukan seleksi guru dan tenaga kependidikan berprestasi tingkat nasional. Tahun ini seleksi diikuti 1.296 peserta yang berasal dari 34 propinsi. Para guru dan tenaga kependidikan tersebut akan mengikuti lomba untuk 39 kategori perlombaan.

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Supriano mengatakan guru dan tenaga kependidikan memegang peranan penting dalam proses pendidikan anak. Karena melalui tangan guru, anak-anak akan mendapatkan transfer ilmu pengetahuan dan ketrampilan untuk menghadapi masa depannya.

“Karena itu saya berpesan agar guru jangan lengah. Sebab kalau guru lengah maka bisa menimbulkan masalah baik pada pendidikan maupun pada anak didik,” kata Supriano saat membuka acara pemilihan guru dan tenaga kependidikan berprestasi dan berdedikasi tingkat nasional, Minggu (12/8).

Supriano mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi dunia pendidikan pada abad 21 ini cukup berat. Anak-anak akan akan memasuki kancah persaigan yang ketat, berebut lapangan kerja yang ada. Hanya anak-anak dengan kompetensi yang baik, yang akan bisa memenangkan persaingan.

“Disinilah peran pendidikan, tidak sekedar mentransfer ilmu tetapi juga menyiapkan anak-anak bisa memasuki era yang penuh kompetisi,” tambah Supriano.

Untuk bisa memenangkan kompetisi, menurut Supriano ada beberapa hal yang harus dilakukan dunia pendidikan yang notabene membutuhkan peran para guru. Misalnya memperkuat literasi anak terkait penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan, serta literasi budaya.

“Anak juga harus memiliki kompetensi dasar seperti kemampuan berkomunikasi, kerjasama dan memiliki ide-ide kreatif,” katanya.

Kemendikbud lanjut Dirjen juga akan terus memberikan pelatihan-pelatihan terhadap guru dalam hal kemampuan mengajar. Sebab guru harus selalu meng-upgrade pengetahuannya agar tidak ketinggalan jaman. Mengingat perkembangan teknologi dan informasi sedemikian cepat.

“Kita harapkan tunjangan guru tidak hanya digunakan untuk kepentingan sehari-hari, tetapi juga untuk kegiatan yang sifatnya memperkaya ketrampilan guru melalui pembelajaran dan pelatihan,” tutup Supriano.