Apa Bedanya Merdeka dan Tidak?

Tim Paskibra SMA Muh 1 saat upacara di SD Muh 1 Surakarta

Kalau soal membangun, dulu Daendels membangun jalan dari Anyer hingga Panarukan
Kalau soal peduli ilmu pengetahuan, Rafles menjadikan Kebun Raya Bogor sebagai pusat hayati, bahkan namanya diabadikan dalam bunga Raflesia Arnoldi
Kalau soal pendidikan, Belanda membuat kebijakan politik etis agar kaum pribumi bisa mendapat pendidikan
Kalau soal mengembangkan ekonomi, bukankah VOC adalah perkongsian bisnis, yang mengekspor produk-produk nusantara?
Lalu, apa bedanya merdeka dan tidak?

Kalau mau jadi tentara, dulu ada juga KNIL yang merekrut warga pribumi
Kalau mau jadi pegawai, Pemerintah Kolonial Belanda juga mengangkat pegawai bumi putera.
Lalu, apa bedanya merdeka dan tidak?

Sudahkah kamu merasa sekarang hidup merdeka?
Sudahkah kamu merasa hidup dalam kedaulatan?
Sudahkah kamu menjadi pemilik sah negeri ini?
Sudahkah kamu menjadi pihak yang bisa menentukan nasib sendiri?
Ataukah kamu masih merasa hanya sekedar menjadi boneka dan jongos?
Atau sekedar jadi makelar bagi pihak lain mengeruk isi bumi?
Lalu, apa bedanya merdeka dan tidak?

Ataukah kamu cukup puas menjadi penonton pertandingan yang pemainnya para bayaran dari luar?
Ataukah kamu lebih suka menjadi penikmat pertunjukan yang lakonnya didatangkan dari negara lain?
Atau kamu merasa senang hanya jadi pelancong di taman wisata yang dikelola orang lain?
Lalu, apa bedanya merdeka dan tidak?

Penulis: Muhammad Izzul Muslimin, Renungan 17 Agustus 2018.