Para pemenang kompetisi Harmoni Indonesia berfoto bersama panitia dan tim juri

JAKARTA – Harmoni Indonesia terbukti mampu menjadi salah satu wadah untuk merajut rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Kegiatan yang digelar 5 Agustus 2018 lalu dan dibuka resmi Presiden Joko Widodo di Gelora Bung Karno Jakarta, telah melibatkan penduduk dari berbagai kota di Indonesia untuk bersama-sama menyanyikan lagu-lagu kebangsaan dan lagu nasional.

“Ada 148 titik orang-orang berkumpul untuk menyanyi bersama lagu-lagu kebangsaan dan lagu-lagu nasional dalam waktu yang bersamaan. Ini diluar perkiraan kami,” kata Sidarto Danusubroto, Dewan Pertimbangan Presiden, di sela acara 17 Agustusan bersama White Shoes and the Couples Company,  Jumat (17/8).

Ke-148 titik tersebut tidak hanya yang dijumpai di 48 kota besar, tetapi juga penduduk di sejumlah kota-kota kecil di berbagai belahan Nusantara. Disamping itu Harmoni Indonesia juga bergema di 8 KBRI seperti Kota Beijing, Tokyo, Manila, dan Seoul .

Sidarto mengatakan Harmoni Indonesia menjadi wahana yang tepat untuk merawat kebersamaan Indonesia. Dengan menyanyikan lagu-lagu kebangsaan, lagu-lagu nasional, Harmoni  Indonesia mampu membangkitkan semangat nasionalisme penduduk Indonesia.

Menurut Sidarto, merawat persatuan dan kesatuan bangsa sangat berat. Apalagi saat ini ada beberapa daerah yang ingin melepaskan diri. Selain itu ada juga kelompok yang menggunakan isu SARA dan ujaran kebencian (hoaks) sebagai amunisi merusak persatuan bangsa.

Karena itu, lanjut Sidarto, diperlukan upaya yang terus menerus untuk merawat persatuan dan kesatuan bangsa. Terutama bagi generasi milenial yang rasa nasionalismenya mulai pudar.

Senada juga dikatakan Staf Khusus Kementerian PUPR yang juga Ketua Panitia Harmoni Indonesia Firdaus Ali. Ia mengatakan Harmoni Indonesia adalah format baru yang diharapkan bisa menjadi jembatan komunikasi antar generasi guna merawat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Formulanya sederhana, kita bersama-sama menyanyikan lagu-lagu nasional. Tetapi dampaknya luar biasa. Semangat nasional kita terbakar, membara,” katanya.

Selain menyanyikan lagu-lagu nasional bersama, Harmoni Indonesia juga menggelar kompetisi menyanyikan lagu nasional Rayuan Pulau Kelapa. Kompetisi melalui instagram tersebut diikuti  84 orang peserta dengan rincian 23 orang kategori solo, dan 51 orang kategori group baik duet, trio, maupun kuartet.

Kompetisi yang diikuti generasi milenial berusia antara 17 hingga 25 tahun tersebut dimenangkan oleh Putri Annisa Utami untuk kategori solo dan Kuarto Voice untuk kategori group.

Putri Annisa mengatakan lagu Rayuan Pulau Kelapa menjadi salah satu lagu favoritnya. Mahasiswa Pendidikan Musik Universitas Negeri Jakarta tersebut  mengaku sangat menghayati lagu Rayuan Pulau Kelapa sebagai bagian dari kekaguman akan alam Indonesia yang indah.