Pemerintah Tidak Fasilitasi Jemaah Tarwiyah

Pemerintah Tidak Fasilitasi Jemaah Tarwiyah
Pemerintah Tidak Fasilitasi Jemaah Tarwiyah

MAKKAH, MENARA62.COM — Pemerintah tidak memfasilitasi jemaah tarwiyah, karena tarwiyah tidak termasuk rukun atau wajib haji. Penjelasan ini menjawab masukan salah satu netizen @zee_muthie dalam cuitannya via twitter, Ahad (19/8/2018) pukul 07.40. Isinya masukan kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin tentang menu sarapan jemaah haji yang ikut tarwiyah dengan menyertakan foto sarapan berupa nasi kuning dan mie goreng, ia minta kepada Menag Lukman untuk memperbaiki menu.

Melalui twitter pula, Menag menjawab, hari ini Ahad (19/8/2018) mulai pagi tadi sampai malam nanti, seluruh jemaah haji diarahkan menuju Arafah, bukan Mina. “Siang ini hingga besok malam, hanya di Arafah dan bukan di Mina, makanan yang disediakan petugas haji kita,” jadi jawaban Menag seperti dilansir MCH Kemenag pada Ahad (19/8/2018).

Rupanya netizen tersebut belum puas dengan jawaban Menag. Ia membalas, “Orang tua saya sedang tarwiyah di Mina. Mohon fokus dengan fakta menu makanan yang diterima. Bukan lokasi. Semoga lebih baik. Terima kasih.”

Pihak Kemenag melalui akun twitter resmi @Kemenag_RI sebenarnya juga telah menjawab pertanyaan @zee_muthie tersebut. Dijelaskan bahwa pemerintah memang tidak memfasilitasi, tapi juga tidak melarang jemaah haji tarwiyah, yakni jemaah yang pada tanggal 8 Dzulhijjah berada di Mina.

“Namun bagi mereka yang akan melakukan tarwiyah, pemerintah tidak melarang dengan catatan jemaah wajib lapor dan membuat surat pernyataan bertanggung jawab sendiri atas semua layanan yang diperoleh selama di tarwiyah,” ujar Kepala Biro Humas Data dan Informasi Kemenag, Mastuki di kawasan Syisyah, Makkah.

“Hal ini karena, Pemerintah Saudi lewat peraturan hajinya tidak memasukkan tarwiyah dalam rangkaian ibadah haji. Kemenag juga menyesuaikan hal tersebut karena pelaksanaan tarwiyah bukan termasuk rukun atau wajib haji. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memang tidak menyediakan katering di Mina pada hari ini,” ujarnya.

“PPIH pada tanggal 8 Dzulhijjah (19 Agustus) tidak menyediakan layanan katering di Mina, karena seluruh jemaah haji Indonesia baru bergerak dari Makkah ke Arafah, bukan ke Mina, secara bertahap mulai pagi ini,“ kata Mastuki mengulangi.

Menurutnya, PPIH akan menyediakan katering selama jemaah berada di Arafah sebanyak 4 kali makan dan 1 kali kudapan (snack) yg dibawa ke Muzdalifah. “Khusus untuk 2-3 kloter pertama yang datang siang ini di Arafah, PPIH juga menyediakan konsumsi dengan kualitas yang baik sesuai kontrak dengan penyedia,” ujarnya.

“Adapun di Mina baru akan disediakan pada tanggal 10-13 Dzulhijjah sebanyak 11 kali bagi jemaah yang melaksanakan nafar tsani,” ujarnya.

“Jika ada informasi bahwa jemaah mendapatkan makanan dengan kualitas yang kurang bagus hari ini, tanggal 8 Dzulhijjah, dan diterima di Mina maka dapat dipastikan itu bukan katering yang disediakan oleh PPIH,” ujar Mastuki.