Perkebunan Sawit Sinar Mas Manfaatkan Limbah Sawit

Perkebunan Sawit Sinar Mas Manfaatkan Limbah Sawit
Perkebunan Sawit Sinar Mas Manfaatkan Limbah Sawit

BELITUNG, MENARA62.COM — Perkebunan sawit Sinar Mas manfaatkan limbah sawit. PT Foresta Lestari Dwi Karya dan PT Palmindo Billiton Berjaya, anak usaha Sinar Mas Agribusiness dan Food telah mempraktekkan industri kelapa sawit yang berkelanjutan.

Sistem ini diterapkan dengan memanfaatkan limbah seperti janjang kosong, limbah cair untuk land application, serta upaya pengeloaan hama secara natural yang dilkaukan dengan bantuan burung hantu.

Perusahaan ini, melakukan pembinaan terhadap petani plasma yang telah merasakan peningkatan kesejahteraan dari kerjasama dengan perusahaan.

Kapasitas

PT Foresta Lestari Dwi Karya dan PT Palmindo Billiton Berjaya, masing-masing memiliki lahan total seluas 11.337 ha dan 3.610 ha. Juga didukung dengan Pabrik Kelapa Sawit berkapasitas 60 ton/jam.

Dengan kepemilikan lahan kebun petani plasma sebesar lebih dari 20%. Keberadaan perkebunan kelapa sawit ini, rata-rata memiliki produktivitas sekitar 21 ton/ha.

Menurut Regional Controller Lambabel, S Shamugam, keberadaan kebun sawit di Belitung ini, memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Pasalnya, keberadaan masyarakat lokal sekitar turut membantu pertumbuhannya.

“Kami bangga bekerja di perusahaan ini, karena seluruh pekerja berasal dari masyarakat lokal,”kata Sham yang sudah berkarir di Sinar Mas selama 9 tahun.

Secara terpisah, The Biao Ling, Managing Director Perkebunan Sinar Mas Agribusiness and Food wilayah Sumatera di Belitung, Jumat (24/8/2018) mengungkapkan tentang komitmennya agar perusahaan menerapkanpraktek pengelolaanperkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan dan bertanggungjawab, sesuai dengan kebijakan perusahaan yang tertuang dalamKebijakanSosialdanLIngkungan GAR (KSLG).

Menurutnya, salahsatu inisiatif penting SInar Mas Agribusiness and Food dalam mendorong transformasi industri sawit lestari adalah melalui upaya kemamputelusuran hingga ke perkebunan (traceability to the plantation/TTP). Upaya ini, menurutnya, tidak hanya menjamin sumber bahan baku perusahaan, tetapi juga menjadi titik awal yang penting dalam upaya perusahaan untuk melibatkan para pemasok menuju perubahaan yang lebih baik.

Pada akhir 2017, perusahaan telah mencapai 100 persen TTP untuk 44 pabrik kelapa sawit. Untuk tahap kedua, pemasok bekerja sama dengan pihak ketiga untuk mewujudkan 100 persen TTP untuk pabrik-pabrik pemasok perusahaanpada akhir 2020.