Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir didampingi Rektor UHAMKA Suyatno saat menerima plakat dari Menteri Urusan Administrasi Agama Republik Rakyat China (ist/uhamka)

BEIJING  – Dalam rangka dakwah pencerahan umat, sejumlah Pimpinan Pusat Muhammadiyah lakukan kunjungan ke Republik Rakyat China. Kunjungan yang berlangsung selama sepekan yakni 12-18 September 2018 tersebut dipimpin langsung Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.

Saat menerima delegasi persyarikatan Muhammadiyah di gedung tua Kantor Urusan Agama China, Menteri Urusan Administrasi Agama RRC, Wang Zui An menyampaikan apresiasinya kepada Muhammadiyah. Menurutnya, Muhammadiyah telah mampu memberikan wajah Islam yang moderat dan berkemajuan di Indonesia.

“Saya masih ingat saat berkunjung ke Jakarta pada tahun 2010. Saya melihat sendiri bagaimana kondisi kehidupan keagamaan di Indonesia yang begitu damai dan harmonis. Dan sebagai organisasi Islam yang besar, Muhammadiyah memiliki peran dan andil dalam kehidupan yang damai tersebut,” kata Wang Zui An saat menerima delegasi PP Muhammadiyah. Ikut dalam rombongan tersebut Rektor Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Suyatno dan BPH UHAMKA Anwar Abbas serta Ketua PP Muhammadiyah, Hajriyanto Y Tohari.

Karena itu, Wang Zui mengemukakan ketertarikannya untuk menjalin kerjasama dengan Muhammadiyah terutama dalam bidang pendidikan dan keagamaan. Harapannya, kehidupan keagamaan yang damai dan harmonis juga bisa tercipta di Tiongkok.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan Muhammadiyah pada prinsipnya sangat terbuka untuk kerjasama dibidang keagamaan maupun pendidikan.

“Muhammadiyah memiliki pendidikan tinggi atau universitas sekitar 170. Tentu kami memiliki pengalaman yang sangat baik dalam hal pendidikan,” jelas Haedar.

Sejumlah Pimpinan Pusat Muhammadiyah saat berkunjung ke Kantor Urusan Agama China. (ist/uhamka)

Selain itu, dalam bidang keagamaan, Muhammadiyah lanjut Haedar juga dalam membangun tradisi keagamaan dan penyelenggaraan ibadah haji.

Dalam kesempatan tersebut Anwar Abbas yang juga Sekjen MUI menanyakan khabar pencekalan umat Islam di China yang banyak beredar di media sosial. Ternyata khabar pencekalan umat Islam di China adalah hoaks.

Dalam kunjungan tersebut, delegasi PP Muhammadiyah berkesempatan mengunjungi Tsinghua University yang merupakan universitas terbaik ke-2 di China dan masuk dalam jajaran 15 universitas terbaik dunia. Universitas yang berdiri sejak tahun 1911 tersebut memiliki total mahasiswa 47.762 orang, terdiri atas 15.619 mahasiswa undergraduate, 19.062 mahasiswa program master, dan 13.081 mahasiswa program doktoral. Dengan jumlah pengajar mencapai 3.461 dosen, Tsinghua University juga memiliki 3.500 mahasiswa internasional yang berasal dari 128 negara.

Dengan berbagai keunggulan yang dimilikinya tersebut, Rektor UHAMKA Prof Suyatno memandang pentingnya Perguruan Tinggi Muhammadiyah menjalin kerjasama dengan Tsinghua University. Terlebih pada 9 Oktober 2018 universitas yang memiliki 26 program studi Pascasarjana tersebut akan membuka cabang di Pulau Kura-Kura, Bali.

“PTM perlu menjalin kerjasama dalam rangka meningkatkan kualitas akademik PTM sekaligus meningkatkan daya saing bangsa,” tandas Suyatno yang juga menjabat Bendahara PP Muhammadiyah.