Pasuruan – Jawa Timur,  MENARA62.COM Hasrat masyarakat untuk mendirikan koperasi di Indonesia memiliki banyak motivasi, namun jika ditelaah lebih dalam, rata – rata mereka mendirikan koperasi lebih sekedar hanya  memanfaatkan program – program bantuan saja dan minim dalam membangun kemandirian koperasi. Stigma dan animo itulah yang selama ini  ditepis oleh koperasi syariah pesantren bernama Baitul Maal Waa Tamwil (BMT) UGT Sidogiri – Pasuruan – Jawa Timur. Ketua BMT Sidogiri KH. Mahmud Ali Zain saat ditemui di ruangan kerjanya di BMT Sidogiri, Sabtu (16/9/2018) menuturkan, bahwa keberadaan dari Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Sidogiri adalah ingin membangun kemandirian ekonomi berdasarkan semangat kegotong royongan dan kekeluargaan. Ia ingin juga agar nilai – nilai tersebut menjadi spirit bagi para alumni pesantren Sidogiri yang kini tersebar di seluruh pelosok Indonesia.

Kemandirian ekonomi, kata KH Mahmud Ali Zain sangat penting karena dengan kemandirian diri kita mampu menentukan nasib hidup sendiri. Bahkan, ia juga mencontohkan dampak dari ketidak mandirian itu di refleksikannya seperti dalam menentukan harga – harga barang yang selama ini banyak  ditentukan oleh  pihak lain. Terkait dengan itu, BMT UGT Sidogiri ingin bercita – cita bagaimana bisa menjadi soko guru dalam mengkonsolidasikan potensi – potensi ekonomi yang ada di masyarakat. “Itulah yang kita harapkan ketika mendirikan BMT UGT Sidogiri tersebut,”terangnya.

Koperasi BMT UGT Sidogiri disingkat mulai beroperasi pada tanggal 5 Rabiul Awal 1421 H atau 6 Juni 2000. Kemudian mendapatkan badan hukum koperasi dari Kanwil Dinas Koperasi PK dan M Propinsi Jawa Timur dengan SK Nomor: 09/BH/KWK.13/VII/2000 tertanggal 22 Juli 2000.

BMT UGT Sidogiri didirikan oleh beberapa orang yang berada dalam satu kegiatan Urusan Guru Tugas Pondok Pesantren Sidogiri (Urusan GT PPS) yang di dalamnya terdapat orang-orang yang berprofesi sebagai guru dan pimpinan madrasah, alumni Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan dan para simpatisan yang menyebar di wilayah Jawa Timur. Untuk memberikan pelayanan kepada anggotanya BMT UGT Sidogiri membuka beberapa unit pelayanan anggota di kabupaten/kota yang dinilai potensial. Untuk mengembangkan manajemen yang berkualitas, BMT UGT Sidogiri, lanjut KH Mahmud Ali Zain, menggunakan prinsip STAF yang artinya shiddiq (jujur), tabligh (transparan), amanah (dapat dipercaya) dan fathanah (profesional). Dengan prinsip – prinsip tersebut BMT UGT Sidogiri mampu menjadikan pioner dalam mengembangkan koperasi syariah di Indonesia.

Sebagai sebuah koperasi pesantren terbesar di Indonesia, BMT UGT sidogiri mengembangkan berbagai unit – unit bisnis yang dikelola oleh para alumni pondok pesantren Sidogiri,  diantaranya adalah teknologi  IT, asuransi, properti, agro, travel haji dan umroh. Dengan berbagai bisnis tersebut, KH. Mahmud Ali Zain, berharap dengan jarinya BMT UGT Sidogiri yang ia kelola mampu meningkatkan taraf hidup ekonomi umat.

Kinerja Bisnis

Dalam kinerja bisnis seperti yang tertulis dalan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tutup buku tahun 2017, BMT UGT Sidogiri mentargetkan aset untuk tahun 2018 adalah Rp 5 triliun. Saat ini aset yang dimiliki oleh BMT UGT Sidogiri sebesar Rp 2,4 triliun. Untuk mengejar target aset tersebut, BMT yang memiliki jumlah anggota sebesar 16.647 optimis mampu tercapainya. “Dengan segala upaya, kerja keras, cerdas dan amanah,”tandas KH Mahmud Ali Zain.

Selain aset dalam laporan kinerjanya BMT UGT Sidogiri selalu mematok sisa hasil usaha (SHU) sebesar 15 persen dan tidak pernah dibawahnya angka tersebut. Hal itu sudah menjadi komitmen dari pengurus BMT UGT Sidogiri. Selain SHU yang diperoleh di tahun 2017, BMT UGT Sidogiri mampu membukukan zakat sebesar Rp 8,5 miliar yang didistribusikan dalam bentuk zakat produktif dan konsumtif. Ia  berharap zakat tersebut akan semakin bertambah pada tahun-tahun berikutnya. Hal itu melihat dari potensi anggota dari BMT UGT Sidogiri yang selalu bertambah.

Untuk mengoptimalkan kinerja di tahun 2018 ini, KH Mahmud Ali Zain menegaskan, akan meningkatkan jaringan pelayanan dan profesionalisme sumber daya insani yang dimilikinya. Sebagai koperasi berbadan hukum nasional, sejauh ini BMT UGT Sidogiri memilik jaringan kantor cabang yang tersebar di 49 provinsi. Ia berharap dengan jumlah layanan tersebut mampu memberikan pelayanan kepada anggota dan masyarakat yang kepingin hijrah dalam sistem keuangan syariah.