Sandi Dapat Sumbangan Spontan Dari Warga Muhammadiyah Jatim

Sandi: Saya sangat 'surprise', syok dan tidak menyangka mendapat sumbangan spontanitas ini

Sandi Dapat Sumbangan Spontan Dari Warga Muhammadiyah Jatim
Sandi Dapat Sumbangan Spontan Dari Warga Muhammadiyah Jatim, Kamis (28/9/2018).

SURABAYA, MENARA62.COM — Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengaku hatinya tersentuh mendapat dana spontanitas dari warga Muhammadiyah Jawa Timur di sela kedatangannya bersilaturahim di Kantor PWM Jatim di Surabaya, Kamis (27/9/2018).

“Saya sangat ‘surprise’, syok dan tidak menyangka mendapat sumbangan spontanitas ini,” ujarnya di sela silaturahim dan diskusi dengan anggota PWM Jatim serta ratusan warga Muhammadiyah dari berbagai organisasi otonom, seperti dilansir Antara.

Pada kesempatan tersebut, peserta diskusi secara tiba-tiba menyumbangkan donasi dan terkumpul uang Rp 7.372.000, ditambah 19 dolar Singapura.

Proses pengumpulan uang tersebut, dilakukan secara bergiliran oleh peserta diskusi yang didominasi oleh eman-emak. Mereka menyumbang dengan berbagai macam nilai pecahan uang. Bahkan anggota DPRD Jatim Suli Daim bergerak dan berkeliling mengumpulkan uang sumbangan menggunakan kopyahnya.

Menurut Sandi, sapaan akrabnya, donasi tersebut menginspirasinya untuk bekerja lebih keras lagi bersama Prabowo Subianto pada proses Pemilihan Presiden 2019. Ia sekaligus berjuang untuk meningkatkan kondisi perekonomian di dalam negeri agar semakin membaik.

“Biasanya kan politikus atau pihak tertentu memberikan uang ke masyarakat sehingga disebut politik uang, tapi ini justru sebaliknya. Sungguh saya tidak menyangka karena ini baru pertama kali, serta membuktikan kematangan berpolitik semakin membaik,” ujarnya.

Hasil donasi tersebut, kata dia, akan dilaporkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI dan dimasukkan ke rekening Badan Pemenangan Nasional,” kata mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Sementara itu, Ketua PWM Muhammadiyah M Saad Ibrahim menyampaikan, donasi spontanitas dari warga merupakan bagian dari politik nilai. Ia berharap tak dimaknai bahwa Muhammadiyah yang memberikan sumbangan.

“Ketika individu-individu melakukannya, maka jangan dimaknai Muhammadiyah memberi sumbangan, tapi justru mendukung untuk politik nilai,” kata dosen Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut.