Pakar Pendidikan Abad 21 Indra Charismiadji Diganjar Penghargaan oleh IGI

Pakar pendidikan abad 21 Indra Charismiadji mendapatkan penghargaan dari IGI. (ist)

JAKARTA – Pengamat pendidikan Indra Charismiadji diganjar penghargaan Anugerah Pendidikan Indonesia oleh Ikatan Guru Indonesia (IGI), Jumat (28/9). Penghargaan diserahkan di sela Pameran dan Konferensi Pendidikan Internasional Global Educational Suppies and Solutions (GESS) di JCC, Senayan, Jakarta.

“Terimakasih IGI atas anugerah Pendidikan Indonesia yang telah diberikan kepada insan peduli pendidikan. Baik dari kalangan gubernur, walikota, bupati, anggota DPR, DPRD dan DPD bahkan masyarakat biasa seperti saya,” kata Indra yang juga CEO Eduspec Indonesia.

Diakui Indra, penghargaan ini akan menjadi pemacu baginya untuk terus berkarya dalam dunia pendidikan. Terutama terkait pengajaran abad 21 dan keterlibatannya menyiapkan guru menguasai pengajaran abad 21.

Menurut Indra, pengajaran abad 21 memiliki perbedaan signifikan dibanding pengajaran yang sebelumnya. Dimana pengajaran abad 21 yang memanfaatkan teknologi informasi, menuntut guru untuk kreatif dalam menyampaikan materi pembelajaran.

“Kalau hanya memindahkan materi pelajaran dari buku teks ke papan tulis atau power point itu sudah ketinggalan jaman, sudah tidak sesuai dengan jaman sekarang,” lanjut Indra.

Indra mengingatkan bahwa dunia berubah sangat cepat, teknologi menuntut semua orang bisa segera menyesuaikan diri termasuk dalam hal pengajaran untuk menyiapkan anak bisa memasuki dunia kerja yang benar-benar baru. Dimasa mendatang akan ada sedikitnya 65 jenis pekerjaan yang benar-benar baru dan belum ditemukan dimasa sekarang.

Karenanya, guru harus disiapkan untuk mengajarkan bagaimana anak menjadi kreatif dan kritis. Dengan demikian anak akan menjadi pribadi yang siap untuk menghadapi perubahan jaman.

Indra mengatakan guru harus bisa memanfaatkan teknologi yang ada untuk menunjang pengajaran. Teknologi seperti smartphone tidak sekedar untuk membuka media sosial, tetapi harus dimanfaatkan untuk proses pembelajaran.

Pengajaran abad 21 juga akan menghasilkan anak-anak yang kritis bahkan terkesan tidak lagi menjadi anak penurut. Karena penurut hanya akan melanggengkan hal-hal yang sudah lama dan usang.

Anak tidak penurut, anak yang banyak bertanya justeru merupakan anak yang diprediksi mampu memasuki kehidupan yang akan datang. Sebab dengan sifatnya yang tidak menurut, ia akan berpikir kreatif dan menyukai hal-hal yang baru.

Indra yang merupakan pakar pengajaran abad 21 mengajak guru untuk segera belajar menguasai teknologi. Dengan teknologi, mengajar menjadi mudah dan menyenangkan. Anak juga akan  terlibat aktif dalam proses pembelajaran tersebut.