SMP Mupat Joged Jalan Sehat Peduli Gempa dan Tsunami Sulteng

Lazismu Karanganyar Salurkan Donasi Peduli Gempa Sulawesi Tengah 225 Juta

SMP Mupat Joged Jalan Sehat Peduli Gempa dan Tsunami Sulteng
SMP Mupat Joged Jalan Sehat Peduli Gempa dan Tsunami Sulteng

KARANGANYAR, MENARA62.COM — SMP Mupat Joged Jalan Sehat Peduli Gempa dan Tsunami di Sulteng. SMP Muhammadiyah 4 (Mupat) Mojogedang (Joged), menggadakan jalan sehat untuk pengumpulan dana bagi korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Kepedulian warga Muhammadiyah Kabupaten Karanganyar terhadap saudara yang sedang tertimpa musibah pantas mendapat apresiasi. Mereka, pasca terjadinya gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat berhasil mengumpulkan dan menyalurkan donasi sekitar Rp 278 juta melalui Lazismu PDM Karanganyar.

Sekarang, untuk korban di Sulteng, mereka mengumpulkan sumbangan sebesar Rp 225 juta. Seluruh elemen warga Muhammadiyah Karanganyar, amal usaha dan kantor layanan Lazimu, digerakkan dengan berbagai metode penghimpunan dana sosial.

Seperti SMP Mupat Joged, bersama kantor layanan Lazismunya pada Ahad (7/10/2018) mengadakan, kegiatan Jalan Sehat untuk menghimpunan donasi peduli gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Menurut Sri Yuniati, Kepala SMP Mupat Joged, kegiatan yang diselenggarakan itu mendapat sambutan positif dan antusias dari warga maupun pejabat setempet. “Tidak kurang dari 900 orang warga desa Mojogedang dan sekitarnya, termasuk pejabat dari forkompinca ikut andil dalam acara tersebut,” kata Yuniati.

Acara jalan sehat donasi peduli gempa dan tsunami Sulawesi Tengah itu, dimeriahkan dengan penampilan group band dari SMP Mupat Joged yang berkolaborasi dengan siswa MTs Muhammadiyah 4 Mojogedang.

Acara ini juga dihadiri Kapolsek Mojogedang AKP Iswandi beserta jajaran anggota Polsek serta Koramil Mojogedang.

Sri Yuniati menambahkan, mereka bersama Pimpinan Cabang Muhammadiyah melalui kantor layanan Lazismu, secara akumulasi berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp. 39.743.400,-.

“Alhamdulillah dana yang terkumpul sejumlah Rp 39 juta lebih, selanjutnya akan kami serahkan kepada kantor Lazismu Daerah Karanganyar untuk disalurkan kepada korban bencana gempa dan tsunami di Palu dan sekitarnya,” ujar adik Bupati Karanganyar ini.

Bantuan

Sementara terpisah, ketua Lazismu Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Karanganyar Munfarid mengatakan, Muhammadiyah Karanganyar melalui Lazismu telah mengumpulkan dan menyiapkan dana Rp 225 juta untuk disalurkan ke Sulteng. Ia ditemui pada acara rakor PDM bersama pimpinan Majelis/Lembaga dan kepala Amal Usaha Muhammadiyah Karanganyar, pada Rabu (10/10/2018) di Aula lantai 2 Gedung Dakwah Muhammadiyah Karanganyar

“Alhamdulillah tidak sekedar jargon “Memberi Untuk Negeri”, “Beramal tidak perlu menunggu kaya”, “Lebih baik membantu daripada dibantu” dan “One Muhammadiyah One Respon” kami warga Muhammadiyah telah membuktikan kepedulian kepada sesama,” ujarnya.

Tentunya, menurut Munfarid, langkah yang dilakuka tidak hanya ini. Ia mengungkapkan, sudah menjadi tradisi di Muhammadiyah ini untuk menjadi salah satu yang terdepan dalam memberikan respon dan kepedulian kepada saudara-saudara yang sedang dilanda musibah.

“Dimanapun itu, baik di dalam negeri maupun di luar negeri pun kami senantiasa terpanggil,” ujarnya.

Munfarid menambahkan, seluruh warga Muhammadiyah melalui Amal Usaha maupun kantor-kantor layanan Lazismu se-Kabupaten Karanganyar, senantiasa digerakkan dalam memberikan dan menghimpun donasi.

“Kalau kita perhatikan dilapangan (di jalan-jalan) banyak anak-anak sekolah dari Amal Usaha Muhammadiyah yang digerakkan untuk menghimpun donasi dari masyarakat yang ingin membantu saudaranya. Anak-anak ini kita siapkan menjadi filantropi garda terdepan dalam menggalang dana kepedulian sosial. Tentunya kami (Lazimu) juga siap, ketika masyarakat ingin melihat dan memastikan bahwa pengumpulan dana yang kami lakukan benar-benar disalurkan sesuai peruntukkannya. Kami melakukan pembukuan secara tertib bahkan kami juga diaudit,” ujarnya Munfarid yang juga Kepala SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar, yang sudah mendonasikan Rp 70 juta untuk Sulawesi Tengah.

Penulis: Joemadi/MPI PDM Karanganyar