Kemenristekdikti Terus Dorong Hilirisasi dan Komersialisasi Hasil Riset

Menristekdikti Mohamad Nasir

JAKARTA, MENARA62.COM – Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) terus mendorong hilirisasi dan komersialisasi hasil riset yang dilakukan oleh perguruan tinggi. Hal ini sesuai dengan keinginan pemerintah, agar perguruan tinggi bisa berkontribusi terhadap laju pertumbuhan industri.

“Ini sudah saatnya Perguruan Tinggi melakukan riset yang berbasis kebutuhan pasar. Baik kebutuhan industri atau hadir memberikan solusi dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat. Hal ini akan mendorong terciptanya ekosistem yang kondusif untuk perkembangan industri start-up, khususnya yang berbasis teknologi,” ungkap Menristekdikti pada acara Grand Launching Automatic Identification System Institut Teknologi Sepuluh Nopember (AISITS) di kantor PT Bali Towerindo Sentra Tbk di Jakarta, Rabu (17/10).

AISITS merupakan teknologi keselamatan maritim yang dapat mengirim sistem peringatan dini ketika kapal memasuki zona bahaya.

Menristekdikti  menyampaikan bahwa pemerintah saat ini sangat fokus mendukung perkembangan start-up di tanah air, hal ini terlihat dengan banyaknya Kementerian yang sangat konsen dengan kebijakan dalam penumbuhan perusahaan perintis (start-up).

Munculnya teknologi inovasi AISITS karya perusahaan startup ITS yang tidak hanya didukung oleh Kemenristekdikti, namun juga Kementerian Perhubungan tersebut dilatari oleh adanya beberapa kasus yang terjadi akibat rusaknya instalasi laut, sehingga sering kali menyebabkan banyak kerugian baik materil maupun nonmateril.

Mohamad Nasir juga menyampaikan, komersialisasi AISITS ini juga selaras dengan misi Kemenristekdikti untuk meningkatkan kapasitas pemanfaatan dan komersialisasi hasil riset dan inovasi untuk dapat bermanfaat bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.

Misi tersebut menjadi salah satu dasar bagi perguruan tinggi, termasuk ITS, untuk berupaya semaksimal mungkin mendorong peneliti, inventor dan unit usahanya agar mampu menghasilkan produk-produk inovatif yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan dunia industri.

“Dalam era industri 4.0 saat ini, aplikasi semacam ini akan memegang peranan yang sangat penting dan memiliki potensi bisnis yang sangat besar,” ujar Menteri Nasir.

Pada kesempatan yang sama, Rektor ITS Joni Hermana mengatakan, ITS sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi yang memiliki pusat unggulan iptek dan inovasi memiliki kewajiban agar selalu mendorong hasil-hasil riset sivitas akademikanya untuk dapat dijadikan produk inovasi yang memberi manfaat bagi masyarakat secara langsung dan memiliki potensi komersial.

Dijelaskannya, hingga saat ini Kemenristekdikti telah mempercayakan ITS untuk mengelola tiga Pusat Unggulan Iptek (PUI) yakni, PUI Sistem Kontrol Otomotif (SKO), PUI Mechanics Industrial Automation (MIA), dan PUI Keselamatan Kapal dan Instalasi Laut (KEKAL).

“PUI KEKAL ditetapkan oleh Kemenristekdikti sejak tahun 2008, dan melalui PUI KEKAL ITS inilah produk AISITS dikembangkan dan diciptakan,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor IV ITS yang sekaligus tergabung sebagai tim peneliti dan pengembang AISITS Ketut Buda Artana menjelaskan, AISITS merupakan produk riset dan inovasi berkelanjutan atas dukungan pendanaan riset dan inovasi oleh Kemenristekdikti.

Ia menjelaskan aplikasi AISITS ini memanfaatkan data statis dan data dinamis kapal yang dikirimkan oleh kapal melalui gelombang radio dan selanjutnya mengolah data tersebut dalam logic solver untuk beberapa aplikasi yang telah tergabung di dalam sistemnya, data tersebut dimanfaatkan untuk lebih menjamin keselamatan operasional kapal dan instalasi laut, yang output-nya berupa real time-early warning system berbasis internet dan mobile application.

AISITS merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh perusahaan startup milik PT ITS Tekno Sains yang bekerja sama dengan perusahaan penyedia infrastruktur menara PT Bali Towerindo Sentra Tbk. AISITS bisa mengirim sistem peringatan dini ketika kapal memasuki zona bahaya, yang berguna untuk melindungi kapal dari bahaya tabrakan, melindungi pipa bawah laut dari beban eksternal (jangkar dan objek lainnya), melindungi bangunan lepas pantai akibat bahaya ditabrak kapal, monitoring bahan bakar, monitoring emisi, menentukan tingkat kebahayaan operasional kapal, serta dapat pula digunakan sebagai basis dalam port management and traffic information system.

AISITS yang di-launching sebagai produk komersil ini juga siap dimanfaatkan langsung oleh masyarakat, pemerintah maupun perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang maritim. Serta dapat menunjang tupoksi Kementerian ESDM, Kementerian Perhubungan,  Kementerian Kelautan dan Perikanan, Basarnas, KNKT, dan SKK Migas dalam upaya menjaga keselamatan instalasi laut dalam, seperti pipa bawah laut, offshore platform dan kabel laut.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Menteri Perhubungan Ir Budi Karya Sumadi, Wakil Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Sukandar, Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Jumain Appe, Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Ir R Agus H Purnomo serta tamu undangan lainnya.