Para Rektor dan Pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah bersama Majelis Litbangdikti PP Muhammadiyah berfoto bersama Rektor Unissa. (ist)

BANDAR SERI BEGAWAN, MENARA62.COM – Rektor Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka)  Prof. Suyatno mengatakan untuk menindaklanjuti Persepahaman Permufakatan (MoU) antara universitas serantau Indonesia dan Brunei yang ditandatangani Senin (22/10), tidak mengalami kendala. Mengingat Uhamka sendiri memiliki 4 jurusan yang bisa dikerjasamakan dengan Universiti Islam Sultan Sharif (Unissa) Brunei Darussalam.

“Kita punya 4 jurusan yang bisa dikerjasamakan yakni Perbankan Syariah, Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan Agama Islam, dan Ekonomi Islam,” jelas Rektor Uhamka dalam siaran persnya, Selasa (23/10).

Meski tergolong masih baru, Unissa yang berdiri sejak 2007 diakui Prof Suyatno merupakan universitas Islam yang telah berhasil mengembangkan berbagai fakultas umum. Universitas kedua di Brunei tersebut telah menjalin kerjasama yang aktif seperti pertukaran mahasiswa, dosen, dan staf kependidikan. Selain itu juga penelitian bersama dan pengabdian kepada masyarakat.

Prof. Lincolin, Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah. (ist)

Seperti diberitakan sebelumnya, bertempat di kampus Unissa telah dilaksanakan penandatanganan Persepahaman Permufakatan (MoU) antara universitas serantau Indonesia dan Brunei. UHAMKA menjadi bagian dari 30 Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah yang turut hadir di Bandar Seri Begawan.

Penandatanganan MoU dilaksanakan antara Rektor UNISSA, Dr H. Norarfan bin Haji Zainal dengan Rektor Uhamka Prof. Dr. H. Suyatno, MPd. bertempat di kampus Unissa.

Selain UHAMKA, hadir pula UMJ Jakarta, Unmuha Aceh, UM Tapanuli Selatan, UM Semarang, UMSU Medan, Unismuh Makassar, UM Purwokerto, UM Purworejo, UM Jember, UM Magelang, UM Gresik, UM Sidoarjo, UM Surabaya, Universitas Aisyiyah Yogyakarta, Unismuh Maluku Utara, UM Cirebon, UM Kendari, UM Buton, STKIP M Bulukumba, STISIP M Rappang, STIKes PKU Surakarta, STIKes M Sidrap, STIKes M Kudus, STIKes M Gombong, STIEM Tanjung Redeb, UM Kupang dan STIE Ahmad Dahlan Jakarta.

Prof Suyatno sendiri mendorong untuk segera menindaklanjuti MoU ini karena tidak terlalu banyak kendala komunikasi antar perguruan tinggi serumpun. Demikian pula Prof. Lincolin sebagai Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, mendukung perluasan kerjasama, dan kemungkinan adanya kolaborasi dan sinergi bersama.