Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl,,Dirjen PPRPT, Budi Situmorang dan staf berfoto bersama. (ist)

JAKARTA, MENARA62.COM Sebanyak 20 staf Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memperoleh beasiswa StuNed dari Kerajaan Belanda. Beasiswa dalam bentuk Tailor Made Training (StuNed-TMT) di IHS Erasmus University Rotterdam dan Radboud University Nijmegen, Belanda diserahkan secara simbolis oleh Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl, kepada Dirjen PPRPT, Budi Situmorang, di gedung ATR/BPN, Senin (22/10).

Peter mengatakan para penerima beasiswa tersebut akan mengikuti pelatihan  intensif selama 3 minggu. Pelatihan akan difokuskan pada instrumen aplikatif bagi Direktorat Jenderal Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah (Ditjen. PPRPT), dalam menghadapi berbagai isu penyimpangan alih fungsi lahan yang tidak sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), serta penegakan hukumnya.

Dari pelatihan dengan topik Spatial Development Control and Land Tenure yang akan berlangsung dari 5 – 23 November 2018 tersebut, Suryaman Kardiat, Direktur Penertiban Pemanfaatan Ruang Kementerian ATR/BPN, mengingatkan agar peserta aktif menggali berbagai konsep yang relevan serta metode yang sesuai untuk diterapkan di Indonesia. Terutama dalam kaitannya dengan pengembangan sistem dan kualitas tata ruang wilayah yang ada sekarang.

Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl, menyerahkan secara simbolis beasiswa StuNed kepada Dirjen PPRPT, Budi Situmorang,

Budi Situmorang selaku Dirjen. PPRPT menyampaikan penghargaan kepada pemerintah Belanda yang telah memberikan kesempatan bagi stafnya untuk meningkatkan kapasitas mereka. Hal ini tentu akan berdampak pada meningkatnya kualitas serta kinerja kementerian.

“Teman-teman adalah orang-orang terpilih, jadi harus bisa merubah institusi ini jauh lebih baik. Harus aktif mengambil semua kesempatan dan ilmu, serta menerapkannya di Indonesia, termasuk metode/instrumen penerapan sanksi administrasi yang sedang dikembangkan,” kata Budi.

Ia juga menyampaikan salam dan pesan khusus dari Menteri ATR/BPN, Sofyan A. Djalil yang meminta agar peserta training memanfaatkan waktu yang sempit tersebut untuk belajar dengan baik. Maksimalkan waktu yang ada untuk belajar dan menimba ilmu.