SURABAYA, MENARA62.COM — Wartawan Menara62.com, M. Kurniawati berhasil meraih penghargaan Anugerah Jurnalistik BSN 2018 untuk kategori media daring. Tulisan yang berjudul BSN pada Era Digital, Menangkal Hoaks Melalui SNI yang ditayangkan tanggal 23 September 2018 berhasil menyabet juara pertama.

Juara kedua diraih wartawan Sindonews dan juara 3 wartawan Media Indonesia. Sedang untuk media cetak diraih wartawan Republika, Singgalang, dan Analisa.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Sekretaris Utama Badan Standardisasi Nasional (BSN) Puji Winarni disaksikan oleh Kepala BSN Bambang Prasetya pada puncak peringatan Bulan Mutu Nasional 2018 yang berlangsung di Surabaya, Jumat (26/10/2018).

Pada artikel tersebut, M. Kurniawati yang akrab disapa Inung menuliskan tentang keresahannya dengan munculnya hoaks atau berita bohong akhir-akhir ini. Hoaks yang menyebar melalui media sosial telah merambah tidak hanya pada masalah politik tetapi juga makanan dan minuman. Ini tentu membuat banyak masyarakat resah dan khawatir.

“Berita bohong menyerang kehidupan kita dari 4 arah mata angin. Sulit dikendalikan, dan ini kadang bikin kita kesel,” kata Inung.

Untuk menangkal hoaks terutama berkaita dengan produk, menurutnya BSN memiliki peran strategis melalui program SNI. Sayangnya di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terkait pentingnya SNI dan makin antusiasnya kalangan dunia usaha mengurus SNI, BSN dihadapkan pada masalah keterbatasan infrastruktur berupa laboratorium uji.

“Parameter SNI juga masih terbatas, sehingga masih banyak produk yang belum bisa mengurus SNI, meski pemilik usahanya sangat berminat,” lanjutnya.

Persoalan terbatasnya laboratorium uji dan parameter SNI ini ke depan harus segera diatasi. Mengingat SNI saat ini sudah jadi syarat wajib yang dituntut oleh pasar global.

Kepala BSN Bambang Prasetya mengatakan kegembiraannya terhadap fenomena makin tertariknya masyarakat terhadap SNI. Demikian juga kalangan media massa yang terus menerus mulai tertarik mengulas dan mengupas SNI melalui tulisan-tulisan di media massa.

Ia mengakui tren media massa saat ini semakin piawai dan profesional dalam menulis. Termasuk menulis tentang BSN dan SNI yang dalam waktu setahun ini jumlahnya meningkat sangat signifikan.

“Hingga September 2018 saja tercatat ada 1.403 tulisan terkait BSN dan SNI. Ini pencapaian yang luar biasa,” jelas Bambang.

Menurutnya, peran media untuk menyosialisasikan program dan kebijakan BSN sangat strategis. Karena itulah untuk memacu lebih banyak lagi kreativitas menulis para insan media, BSN akan terus menggelar anugerah jurnalistik setiap tahun.

“Teman-teman media pinter jualannya. Bahasa yang digunakan sangat membumi. Berbeda dengan kami orang-orang BSN. Pasti tulisannya ya itu-itu saja, kurang variatif,” tutup Bambang.