Pemerintah Didesak Mengembangkan Titik 0 Kilometer di Barus
Pemerintah Didesak Mengembangkan Titik 0 Kilometer di Barus

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah mendesak Pemerintah untuk mengembangkan situs cagar budaya di Barus sebagai upaya merevitalisasi Barus pasca Presiden Joko Widodo meresmikannya sebagai Kilometer 0 Peradaban Islam di Nusantara tanggal 24 Maret 2017. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah mengharapkan Pemerintah mengambil alih pengembangan Titik 0 Kilometer.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tapanuli Tengah Basyri Nasution menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah tahun 2017 mengajukan usulan pembangunan kepariwisataan Tugu Kilometer 0 Peradaban Islam di Nusantara melalui Kementerian Pariwisata berbiaya Rp 103 miliar, sedangkan tahun 2018 Rp 91 miliar.

“Ternyata belum mendapat respon. Belum menjadi skala prioritas nasional. Mengapa? Mungkin karena belum memiliki payung hukum. Kalau Presiden mengeluarkan keputusan, biaya Rp 103 miliar kecil buat Pemerintah. Menggelontorkan anggaran sekecil itu, tidak susah buat Pemerintah,” dia menyatakannya dalam perbincangan sebelum pelepasan Tim Ekspedisi Ahmad Dahlan “Road to Barus” di selasar Masjid Agung, Sibolga, Ahad (4/11/2018).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tapanuli Tengah Sehat Munthe, dan Kepala Bappeda Sibolga Jonedi Tanjung antara lain menghadiri acara. Ketua Tim Ekspedisi memoderatori perbincangan.

Imam Prihadiyoko selaku pemimpin redaksi menara62.com (situs berita di bawah Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah) menjelaskan, Ekspedisi Ahmad Dahlan “Road to Barus” merupakan yang kedua setelah yang kesatu di wilayah Sumatera Selatan. “Kami tertarik ke Barus setelah Pemerintah menetapkan Barus sebagai Titik 0 Peradaban Islam.”

Tim Ekspedisi akan mengambil data lapangan yang disinergikan dengan data pendukung lainnya. Tim Ekspedisi melibatkan ahli di berbagai bidang khususnya sejarah, arkeologi, dan sosiologi untuk membantu mengurangi perbedaan tafsir posisi Barus.

Basyri Nasution melanjutkan, setelah melakukan kajian desain tugu Tugu Kilometer 0, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah meneruskan hasilnya kepada kementerian/lembaga seperti Kementerian Perencanaan Pembangunan Negara (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Pariwisata, termasuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Harapannya, Pemerintah mengambil alih pengembangan Titik 0 Kilometer.

“Semua pihak di Tapanuli Tengah sudah bergerak, tetapi keputusan di tangan pemimpin. Kami siap audiensi dengan pemerintah pusat, atau seluruh kepala daerah di pantai barat Sumatera siap audiensi di Jakarta. Kapan saja kami siap diundang.”

Mengenai usulan pembangunan kepariwisataan Tugu Kilometer 0, dia menegaskan, jika hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah tidak mampu membangun kepariwisataan Barus. Pihaknya sangat membutuhkan komitmen pemerintah pusat dan pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota dalam pembangunan kepariwisataan Barus.

Kepada Tim Ekspedisi, Basyri mengharapkan, “Grand launching hanya langkah awal. Niat baik kita adalah mendesak folow up Pemerintah setelah peresmian tugu Titik 0 Kilometer. Folow up menjadi payung hukum langkah berikutnya.”

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tapanuli Tengah Rasidin Barasa mengaku, masyarakat Tapanuli Tengah bangga karena Presiden Joko Widodo meresmikan Barus sebagai Kilometer 0 Peradaban Islam di Nusantara tanggal 24 Maret 2017. “Namun, kita sayangkan, folow up tidak ada. Respon pemerintah pusat harus kita dorong.”

Diharapkan, kedatangan Tim Ekspedisi mampu memberikan efek domino terhadap Tapanuli Tengah, terutama mendorong Pemerintah menyiapkan infrastruktur kepariwisataan di Barus. “Kedatangan Tim Ekspedisi merupakan dukungan moral kepada kami, agar sesudah ‘Road to Barus’ ada folow up. APBD Tapanuli Tengah tidak sanggup menyiapkan infrastruktur di Barus.”

Berbagai situs di Barus mengokohkan posisi Barus sebagai gerbang masuknya agama Islam di Nusantara. Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tapanuli Tengah mendorong Pemerintah untuk mengangkat kembali Barus. “Ekspos atau publikasi Barus masih minim. Kami berharap kedatangan Tim Ekspedisi menjadi langkah awal untuk mengangkat Barus.”

Dalam kesempatan itu, Kepala Bappeda Tapanuli Tengah Basyri Nasution menyerahkan dokumen usulan pembangunan kepariwisataan Tugu Kilometer 0 kepada pemimpin redaksi menara62.com Imam Prihadiyoko. Sedangkan Ketua Tim Ekspedisi Ikhwan M Situmeang menyerahkan Al Qur’an wakaf kepada Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Agung Mauluddin Zebua.