Ciptakan Momen Kebersamaan, Faber Castell Gelar Family Art Competition

Faber castell Family Art Competition 2018 dibuka secara resmi oleh Direktur Utama Faber Castell Internasional Indonesia Yandramin Halim

JAKARTA, MENARA62.COM – Sebanyak 1.200 orang peserta mengikuti Family Art Competition 2018 yang digelar Faber Castell Indonesia, Sabtu (17/11). Kegiatan yang berlangsung di Emprium Mall, Jakarta Barat tersebut memperebutkan hadiah utama jalan-jalan ke Hongkong.

Yandramin Halim, Direktur Utama Faber Castell Internasional Indonesia mengatakan kompetisi menggambar sudah digelar rutin setiap tahun oleh Faber Castell. Hanya saja tahun ini lomba digelar dengan melibatkan orangtua sebagai peserta.

“Jadi sifatnya pasangan. Anak berpasangan dengan orangtuanya. Bisa ibu, ayah, nenek atau kakeknya,” kata Yandramin.

Tujuan dari lomba berpasangan tersebut adalah untuk menciptakan momen kebersamaan antara anak dan orangtua. Sebab saat ini dimana digitalisasi terjadi secara masif dalam kehidupan manusia, hubungan anak dengan orangtua juga mengalami pergeseran.

“Kami ingin ikut memperbaiki hubungan anak dan orangtua dengan cara yang menyenangkan, yakni menggambar,” lanjutnya.

Bagi Yandramin, kehadiran orangtua dalam proses pendidikan anak sangatlah penting. Sebab penanaman nilai-nilai ketakwaan, nilai kesantunan dan nilai kebaikan lainnya akan lebih besar porsinya dilakukan oleh orangtua. Sekolah sifatnya hanya membantu.

Lebih lanjut Yandramin mengingatkan bahwa gawai memang memiliki fungsi yang amat penting dalam aktivitas kehidupan setiap orang. Tetapi hendaknya orangtua bijak dalam memberikan gawai pada anak. Sebab memberikan gawai pada anak, sesungguhnya orangtua sedang menggoreskan garis pemisah dengan anaknya.

“Kita tahu gawai bersifat adiktif. Anak yang kenal gawai, dia akan asyik dengan dunianya dan ini berpengaruh pada hubungan dengan orangtuanya,” jelas Yandramin.

Family Art Competition yang digelar Faber Castell Indonesia untuk yang ke-7 kali tersebut lanjut Yandramin menjadi salah satu upaya membantu para orangtua kembali mendekatkan diri dengan anak-anaknya. Dengan kegiatan menggambar, orangtua tidak hanya mengetahui tentang bakat anak, tetapi juga membangun kebersamaan dan rasa gembira.

Direktur Utama Faber Castell Internasional Indonesia Yandramin Halim berbincang dengan peserta lomba menggambar

“Menggambar bersama, lalu abadikan kebersamaan itu. Kelak ketika anak dewasa dan orangtua menjumpai masalah, tunjukan foto kebersamaan tersebut. Katakan bahwa mereka pernah punya kenangan manis, pernah bersama,” kata Yandramin.

Cegah kepikunan

Yandramin menjelaskan sejatinya menggambar adalah salah satu cara yang efektif mencegah kepikunan. Karena itu di sejumlah negara, banyak orang dewasa yang mulai melakukan kegiatan menggambar secara rutin.

“Kelihatannya sederhana, tetapi penelitian membuktikan bahwa orang yang gemar menggambar, bisa terhindar dari kepikunan,” lanjut Yandramin.

Selama ini diakui banyak orang berpikir bahwa menggambar hanya pantas dilakukan oleh anak-anak atau mereka yang berprofesi sebagai seniman lukis. Padahal menggambar bisa dilakukan oleh siapa saja dengan media gambar yang beragam. Mulai dari kanvas, cat minyak, crayon, pensil warna, hingga pensil tulis.

Selain mencegah kepikunan, menggambar juga menjadi kegiatan mudah dan murah untuk membangun momen kebersamaan antara anak dan orangtua. Karena itu, Yandramin mendorong para orangtua untuk mendampingi anak-anak saat menggambar.

“Kami akan terus mengkampanyekan art for all, seni dapat dinikmati semua jenjang umur,” tukas Yandramin.

Kegiatan Faber Castell Family Art Competition yang digelar sepanjang November 2018 hingga April 2019 tersebut lanjutnya melibatkan 50 ribu pasang peserta terdiri atas anak yang berpasangan dengan satu orangtuanya. Even yang memasuki tahun ke-7 tersebut digelar serentak di kota-kota di Indonesia seperti Jakarta, Bekasi, Aceh, Leuksumawe, Bandung, Surabaya, Tegal dan lainnya.

Supriatna, Kasubdit Peserta Didik kemendikbud mengapresiasi kegiatan yang digelar Faber Castell Indonesia. Menurutnya keterlibatan orangtua dalam pendidikan anak sangat dibutuhkan. Karena orangtua sesungguhnya adalah guru terbaik bagi anak.

“Jadi menggambar bersama menjadi kegiatan yang bisa membuka pemahaman orangtua tentang pentingnya mereka terlibat dalam kegiatan pendidikan anaknya,” tutup Supriyatna.