Nelayan di perairan Sumatera Utara. (ist/sindo)

MEDAN, MENARA62.COM –  Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia, Sumatera Utara meminta Pemerintah, agar menyosialisasikan mengenai perbatasan laut Indonesia dengan Malaysia, sehingga nelayan tidak melakukan pelanggaran.

“Selama ini nelayan asal Sumatera Utara (Sumut) banyak yang terjebak memasuki laut Malaysia karena tidak mengetahui wilayah perbatasan Indonesia,” kata Wakil Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumut, Nazli, seperti dikutip dari Antara, Senin (19/11).

Sehubungan dengan itu, menurut dia, Pemerintah harus memberikan solusi kepada nelayan itu, agar mereka tidak menjadi bulan-bulan dan selalu ditangkap polisi maritim Malaysia.

“Nelayan Indonesia diamankan, karena melakukan pelanggaran dan dimasukkan dipenjara Pulau Penang,” ujar Nazli.

Ia mengatakan, nelayan yang sering ditangkap itu, berasal dari daerah Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Tanjung Balai, saat mencari ikan di perairan Selat Malaka.

Selain itu, kapal nelayan tersebut, juga tidak dilengkapi radar yang dapat mengetahui batas wilayah perbatasan perairan Indonesia dengan Malaysia.

Nazli menjelaskan, tapal batas tersebut, untuk menghindari nelayan Indonesia tidak melakukan pelanggaran hukum di tengah laut.

“Pemerintah Indonesia juga memberikan perlindungan hukum kepada nelayan yang menangkap ikan di perairan Selat Malaka,” kata Wakil Ketua HNSI Sumut itu.